Badai Topan Amphan Tewaskan Ratusan Warga

Ilustrasi topan Amphan.(Dok.Ist)
Ilustrasi rumah rusak di Bangladesh beberapa waktu lalu.(Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Badai topan Amphan telah menewaskan ratusan jiwa penduduk di negara bagian Benggala Barat, India dan Bangladesh bagian barat daya. Laporan sementara, seratus jiwa lebih meninggal dunia di dua negara Asia Selatan ini akibat peristiwa topan Amphan.

Selain itu, lebih dari 200.000 orang di India dan 100.000 orang di Bangladesh mengungsi di tempat penampungan.

"Kami berusaha untuk menyelamatkan apa pun yang kami bisa," kata Rezaul Islam, seorang pengungsi asal Bangladesh seperti dilansir AFP , Kamis (28/5/2020). 

Kerusakan paling parah disebabkan topan Amphan adalah dari gelombang badai yang menyertainya. Selain itu, karena topan juga menghancurkan beberapa ratus kilometer tanggul, padahal fungsinya adalah melindungi rumah dan pertanian di daerah pantai dataran rendah. 

Warga juga bekerja sepanjang malam ketika topan menghantam dengan berusaha menopang tanggul dengan karung pasir. Puluhan ribu hektare lahan pertanian, perkebunan dan lainnya telah hancur oleh air laut. 

Banyak bangunan di Kota Koira Bangladesh mengalami atap robek akibat angin Amphan yang berkecepatan 165 kilometer per jam. Selain itu, air minum telah tercemar dan penduduk setempat bergantung kiriman pasokan dari tentara.

"Saya tidak bisa menyelamatkan apa pun. Semua barang dan perabotan berharga telah hancur," kata Nosion Begum, seorang warga setempat. 

Seorang pengusaha kecil di Bangladesh, Sanjay Mondol menjelaskan kondisi sebelum topan Amphan terjadi di sana. Nahasnya, ia mengaku telah kehilangan hampir USD1 juta setelah pandemi Corona karena telah menghentikan ekspor kepiting untuk pelanggannya di Cina. 

"Badai ini sekarang telah mematahkan tulang punggung kami. Kami sekarang tidak punya pilihan, selain mengemis di jalanan," kata Mondol. 

(Foto: Malaymail)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00