Kecemasan Baru Amerika di Libya

Empat jet tempur Rusia diduga dikerahkan ke Libya (Reuters)

KBRN, Jakarta: Militer Amerika Serikat (AS) menyatakan khawatir akan meningkatnya eskalasi baru dalam konflik di Libya. Apalagi, AS telah melayangkan tudingan terhadap Rusia telah melakukan campur tangan dengan mengirm tentara bayaran dengan jet tempur demi membela pasukan Timur.

“Pesawat militer Rusia kemungkinan akan memberikan dukungan udara dari dekat dan tembakan serangan," ujar perwakilan pemerintah AS untuk Afrika dalam postingan di webnya dan di Twitter seperti dilansir Reuters, Selasa (26/5/2020).

Seperti diketahui, perang saudara di Libya telah menarik kekuatan regional hingga global. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut kondisi ini sebagai gelombang besar senjata dan pejuang yang melanggar embargo senjata.

Sejumlah negara seperti Rusia, Uni Emirat Arab dan Mesir mendukung Tentara Nasional Libya Khalifa Haftar yang berbasis di timur, dan melancarkan serangan tahun lalu untuk merebut Ibu Kota Libya, Tripoli.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional telah mendapat dukungan dari Turki. Itu pula yang memaksa Haftar kelaur dari wilayah selatan Tripoli dan beberapa bagian lain di Barat Laut.

Sementara itu AS memainkan perannya  yang kurang menonjol dalam perang Libya daripada sebelumnya,  ketika waktu itu NATO membantu pemberontak menggulingkan penguasa otokratis negara itu Muammar Gaddafi.

Pernyataan Militer AS ini mengatakan bahwa pesawat militer Rusia itu tiba di pangkalan udara Rusia setelah sempat transit melalui Suriah. Menurut keterangannya, pesawat tempur itu dicat ulang untuk menyembunyikan asal mereka.Terkait hal ini, Rusia belum memberikan konfirmasi.

Tapi, pada Sabtu kemarin, pejuang Rusia di Libya diterbangkan keluar dari kota di selatan Tripoli. "Oleh sekutu Libya, (itu,red) setelah mundur dari garis depan di Tripoli," kata Wali Kota Tripoli. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00