AS Hadapi Gelombang PHK ke-2 Akibat COVID-19

KBRN, Jakarta : Wabah pandemi global virus Corona jenis baru (COVID-19) di Amerika Serikat telah memicu jutaan warga negara adidaya itu mengajukan tunjangan pengangguran pada pekan lalu akibat terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Ekonom Amerika Serikat, Steve Blitz mengungkapkan, PHK yang menimbulkan klaim pengangguran di tengah pandemi COVID-19 itu terjadi karena banyaknya perusahaan-perusahaan yang mengalami kontraksi imbas pandemi COVID-19.

"Kami terus membaca tentang perusahaan yang memangkas tenaga kerja mereka dan ini adalah perusahaan yang tidak segera terkena dampak oleh kontraksi yang diamanatkan dari COVID-19," kata Steve Blitz, kepala ekonom A.S. di TS Lombard di New York, dalam lansiran Reuters, Kamis (21/5/2020).

Ia juga menjelaskan bahwa dampak yang sangat besar akibat adanya wabah pandemi global COVID-19 itu, bahkan juga tidak dapat terhindarkan dengan berbagai sistem klaim dengan menggunakan pendanaan simpanan untuk para pekerja yang mengalami PHK, yang dimiliki negara-negara lain.

"Tidak satu pun dari negara-negara ini memiliki sistem yang diatur untuk memproses jumlah klaim yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam satu kali kejadian, sehingga ada simpanan," tambahnya lagi.

Steve juga menjelaskan bahwa penutupan luas negara AS pada pertengahan Maret untuk menahan penyebaran COVID-19 itu, menimbulkan terperosoknya pasar ketenagakerjaan dan merusak sektor perekonomian yang lebih luas.

Klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara kemungkinan mencapai 2,4 juta yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 16 Mei, menurut survei Reuters terhadap para ekonom. Data untuk minggu sebelumnya kemungkinan akan direvisi untuk menunjukkan aplikasi secara substansial turun dari 2,981 juta yang dilaporkan sebelumnya setelah Connecticut mengatakan telah salah melaporkan jumlahnya.

Klaim telah secara bertahap menurun sejak mencapai rekor 6,867 juta dalam pekan yang berakhir 28 Maret. Ekonom mengatakan klaim juga terus meningkat karena negara sekarang memproses aplikasi untuk pekerja pertunjukan dan banyak lainnya untuk mengakses tunjangan pemerintah federal. 

Pekerja-pekerja ini umumnya tidak memenuhi syarat untuk asuransi pengangguran reguler, tetapi untuk mendapatkan bantuan federal untuk kehilangan pekerjaan yang berhubungan dengan coronavirus, mereka harus terlebih dahulu mengajukan tunjangan negara dan ditolak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00