New York Akan Buka Pembatasan Wilayah Pertengahan Mei

New York City (istimewa).jpeg

KBRN, Jakarta: Pada pertengahan Mei 2020 nanti, New York akan membuka wilayah yang dilkukan pembatasan imbas dari Virus Corona.  Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengaku sedang mempersiapkan pembukaan kembali wilayahnya yang ditutup karena wabah virus corona.

Dilansir dari beberapa sumber, Coumo mengatakan bahwa negaranya memiliki sekitar satu pekan lagi sebelum ia dapat membuka beberapa daerah di negara bagian itu.

"Kami memang melihat kondisi yang variasi di setiap wilayah. Jadi kami meresponsnya, karena ada fakta berbeda di bagian upstate dan downstate, kami tidak akan memaksa melakukannya," saat dikutip dari CNNIndonesia pada Rabu (06/04/2020).

Sementara itu, ia juga mengatakan pembukaan kembali akan didasarkan pada fakta dan data. Namun dia meyakini akan memperbanyak pengujian virus corona. 

"Kami memang perlu lebih banyak pengujian dan itu adalah masalah utama," ucapnya.

Selain pengetesan skala besar, juga harus dilakukan pelacakan kontak secara intens.

New York saat ini menjadi negara bagian di Amerika Serikat paling terpapar parah corona. Berdasarkan data statistik Worldometer, New York memiliki 330.139 kasus virus corona dan 25.204 kematian.

Jumlah kasus di New York itu bahkan lebih tinggi dari Spanyol dan Italia. Spanyol mencatatkan 250.561 kasus corona dan 25.613 kematian. Sementara Italia memiliki 213.013 kasus, dan 29.315 kematian.

Secara keseluruhan, di AS saat ini terdapat 1.237.633 kasus corona. Dari jumlah itu, 200.628 pasien sembuh, dan 72.271 meninggal.

Andrew Cuomo resmi menutup seluruh wilayah New York pada 22 Maret lalu. Warga diminta tetap di rumah. Ia memerintahkan bisnis yang tidak penting untuk ditutup dan melarang segala macam pertemuan.

Meski masih menemukan lonjakan kasus baru corona dan angka kematian, Presiden Donald Trump telah mengumumkan akan secara bertahap membuka kembali perekonomian dan melonggarkan kebijakan pembatasan pergerakan.

Puluhan negara bagian AS juga telah melonggarkan sebagian kebijakan pembatasan pergerakan dan membuka kembali aktivitas bisnis secara bertahap. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00