Diputuskan dalam Pertemuan OPEC, Arab Saudi dan Rusia Sepakat Pangkas Produksi Minyak

KBRN, Jakarta: Dua negara produsen minyak bumi, Arab Saudi dan Rusia sepakat memangkas produksi minyak untuk menyeimbangkan kembali pasar minyak mentah yang tengah mengalami krisis karena penurunan dalam permintaan energi global. 

Keputusan pemangkasan produksi minyak itu disepakati dalam pertemuan virtual negara-negara produsen minyak (OPEC) di Wina Austria. Pemangkasan produksi dengan mengambil lebih dari 10 juta barel mintak dari produksi setiap hari untuk masa depan. 

Sedangkan waktu, durasi dan skala pemotongan sedang dikerjakan oleh delegasi OPEC tadi malam. Dengan kesepakatan itu, mengatur ulang aliansi OPEC + dan memulihkan hubungan Arab Saudi dan Rusia yang terjadi bulan lalu menyusul perang harga minyak kedua negara. 

"Rusia dan Arab Saudi yang bekerja sama dengan AS daoat membawa stabilitas kembali pasar energi global," kata Kirill Dmitriev, kepala eksekutif Dana Investasi Langsung Rusia seperti dikutip Arabnews.com, Jumat (10/4/2020). 

Menurut Dmitriev, kesepakatan ini momen penting dan bersejarah dalam menghadapi pandemi virus COVID-19. 

"Kami sepakat untuk mengesampingkan perbedaan dan bergerak menuju kesepakatan yang akan melibatkan anggota OPEC+ dan negara-negara penghasil minyak lainnya," terangnya. 

Mohammed Barkindo, sekretaris jenderal OPEC memperkirakan dengan adanya kesepakatan Arab Saudi dan Rusia maka rata-rata permintaan sebesar 6,85 juta barel per hari akan hilang tahun ini. 

"Fundamental penawaran dan permintaan bisa mengejutkan," kata Barkindo. 

Sedangkan Alexander Novak, menteri energi Rusia berharap dalam pertemuan OPEC ini semua negara produsen minyak berkontribusi pada pemangkasan produksi minyak.

(foto: REUTERS/Leonhard Foeger)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00