Korut Karantina 500 Orang Diduga Terinfeksi Virus COVID-19

KBRN, Jakarta: Meski mengklaim tak memiliki kasus virus corona baru (COVID-19). Namun Korea Utara dikabarkan mengkarantina sekitar 500 orang di seluruh negara itu. 

"Saat ini, sekitar 500 orang masih berada di bawah karantina nasional," kata Kantor Berita Pusat Korea KCNA seperti dikutip Yonhap, Jumat (3/4/2020). 

Sebelumnya, sebanyak 2.280 orang di seluruh Korea Utara berada di bawah karantina pemantauan. Namun satu per satu telah dibebaskan dari karantina karena mereka tidak memiliki gejala setelah dilakukan isolasi. Tetapi pada hari Jumat ini, KCNA melaporkan jumlahnya turun menjadi 500 orang. 

"Tindakan karantina telah dicabut secara ketat di bawah kepemimpinan komite pengendalian penyakit darurat negara," jelas KCNA. 

Korea Utara baru-baru ini mengadakan pertemuan untuk meninjau upaya anti-virus nasional. Mereka berjanji untuk menjaga sistem darurat negara saat ini ditempatnya sampai virus COVID-19 diberantas secara global. 

"Selama pertemuan itu ditekankan bahwa sistem pengendalian darurat negara harus dipertahankan sampai virus benar-benar hilang secara global dan tindakan pencegahan harus diintensifkan dengan kesesuaian tindakan dari semua masyarakat dan semua warga negara," tegas KCNA. 

Terlepas klaim Korea Utara bahwa tidak ada kasus COVID-19. Namun spekulasi tetap ada bahwa Korea Utara mungkin meredam wabah dan sangat membutuhkan bantuan dari luar negeri untuk membendung penyebaran virus COVID-19.

Komandan Komando PBB yang juga Komandan Republik Korea (ROK)-AS, Jenderal Robert Abrams mempertanyakan klaim bebas virus corona yang dilakukan Pyongyang. 

"Itu adalaha klaim yang mustahil berdasarkan informasi intelijen yang telah kita lihat," tegasnya. 

"Kami tidak akan mengungkapkan sumber dan metode kami, tapi klaim bebas virus tidak benar," tambahnya. 

AS sendiri telah berulang kali menawarkan bantuan untuk membantu Korea Utara melawan virus corna, namun Pyongyang tidak meresponsnya. 

(foto: Instagram/northkorea_dprk_newssite)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00