Israel Tak Berikan Masker, Tahanan Palestina Diminta Gunakan Kaus Kaki Cegah COVID-19

KBRN, Jakarta: Otoritas Israel meminta tahanan Palestina untuk menggunakan kaus kaki sebagai masker untuk mencegah wabah virus corona baru (COVID-19) yang mematikan dan telah menewaskan ribuan orang di seluruh dunia ini.

Pemimpin Hamas, Wasfi Qabba mengatakan Sabtu kemarin, Israel  menolak permintaan perwakilan tahanan di penjara Megiddo untuk memberi mereka masker dan meminta para tahanan untuk menggunakan kaus kaki mereka sebagai gantinya. 

" Ini merampas hak tahanan untuk mendapatkan masker dan ini seperti ada niat rezim Tel Aviv untuk menginfeksi tahanan dengan virus," kata Qabba yang mantan menteri urusan  tahanan Palestina, seperti dikutip Presstv.com, Minggu (22/3/2020).

Masyarakat Penjara Palestina (PPS) menyatakan pada Kamis kemarin otoritas penjara Israel telah memberi tahu bahwa empat tahanan Palestina di penjara Megiddo telah tertular virus corona baru. Keempat tahanana dilaporkan telah diisolasi dari sisa populasi penjara. 

Palestina menyerukan pembebasan tahanan di tengah kekhawtiran virus corona. Sabtu kemarin, Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan yang berbasis din Tepi Barat mengeluarkan permohonan mendesak untuk pembebasan tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel di tengah wabah virus corona. 

Beberapa kelompok hak asasi manusia telah memperingatkan bahwa nyawa ribuan tahanan Palestina sekarang dalam bahaya. Hal itu lantaran pihak berwenang Israel belum menerapkan tindakan pencegahan virus corona terhadap penjara-penjara tersebut. 

Saat ini ada sekitar 5.700 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel dan pusat-pusat penahanan termasuk ratusan wanita dan anak-anak. Tercatat, lebih dari 500 dari mereka ditahan di penahanan administratif, tanpa biaya atau persidangan. (foto: Presstv.com)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00