Update Korban Tewas Virus Corona Bertambah, Menjadi 902 Orang

KBRN, Jakarta : Kian hari Virus Cona semakin memakan korban. Update terbaru jumlah korban akibat Virus ini sudah mencapai 902 orang. Dilansir dari AFP, Senin (10/2/2020), jumlah korban jiwa melonjak menjadi 902 orang setelah Hubei melaporkan ada 91 kematian baru. 

Dalam laporan hariannya, komisi kesehatan Hubei juga mengkonfirmasi 2.618 kasus baru muncul di pusat provinsi. Hubei merupakan salah satu daerah yang diduga tempat wabah tersebut muncul pada Desember tahun lalu. Saat ini sudah ada lebih dari 39.800 kasus yang terkonfirmasi di seluruh China, berdasarkan angka yang dirilis sebelumnya dari pemerintah.

Data yang diperoleh dari Departemen Teknik Sipil Universitas John Hopkins, Baltimore, Maryland Amerika Serikat, tentang Coronavirus 2019-nCoV Global Cases by Johns Hopkins CSSE, update terbaru terdapat 40,307 kasus yang telah terkonfirmasi. Dimana 39,939 kasus terbanyak terjadi di China. 

Dari puluhan ribu kasus tersebut 907 orang diantaranya meninggal, yang dimana 871 diantaranya berasal dari daerah Hubei China, daerah yang diduga menjadi awal Vius ini. Dari data ini, update terbaru terdapat 3,267 orang yang telah sembuh dari Virus ini. 

Akibat Virus yang diduga berasal dari pasar yang menjual hewan liar di ibu kota Hubei, Wuhan China ini, juga menyebar kesejumlah negara. Tercatat terdapat 29 Negara yang terkena penyebaran dari Virus ini. Selain China, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Australia, german, perancis, Amerika Serikat, Itali, rusia Inggris dan lainnya juga diduga terkena dari penyebaran Virus ini.

Bahkan sejumlah negara Asia tenggara pun juga mengkonfirmasi terkena Virus ini seperti Thailand, malaysia, Filipina, dan Kamboja.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sebelumnya telah menetapkan wabah Virus Corona sebagai kondisi gawat darurat global. Dengan meningkatnya jumlah korban meinggalakibat Virus Corona maka, melampaui korban meninggal akibat wabah SARS yang juga bermula dari Tiongkok hampir dua dekade lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00