Coronavirus Update : Media Pemerintah China, Korban Tewas 106 Orang

KBRN, Beijing : Jumlah korban tewas akibat virus Corona Tiongkok dikabarkan naik menjadi 106 orang. Media pemerintah melaporkan angka-angka baru untuk kematian dan mereka yang terinfeksi oleh Coronavirus.

People's Daily, China (Harian People, China) menginformasikan:

Angka kematian sudah beranjak ke 106 orang dengan 4.193 kasus terkonfirmasi di Tiongkok. Demikian seperti dikutip The Guardian, Selasa (28/1/2020).

BACA JUGA: WHO : China Dikenakan Status High Risk Coronavirus

Akan tetapi, berkenaan dengan jumlah infeksi, data kembali diperbarui, setelah satu jam lalu diinformasikan 4.193 kasis terkonfirmasi, Global Times milik pemerintah kembali merilis angka terbaru sebanyak 4.515 kasus. 

Menurut CGTN, angka terbaru itu sudah termasuk delapan kasus di Hong Kong, tujuh di Makau dan lima di Taiwan.

Komisi Kesehatan Tiongkok juga merilis panduan baru tentang virus, bahwa berdasarkan investigasi epidemiologi saat ini, periode inkubasi pada umumnya hanya 3-7 hari, dengan masa terlama tidak lebih dari 14 hari. Demikian Komisi Kesehatan Nasional China dalam rilis terbaru, Senin malam.

BACA JUGA: Virus Corona : Korban Tewas 81 Orang, Tiongkok Status Darurat Wabah

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat (AS) sudah memperbarui peringatan perjalanan ke China menjadi high risk setelah Wali Kota Wuhan mengakui kepada media Internasional bahwa pihak berwenang terlalu lambat dalam mengeluarkan informasi tentang Coronavirus.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jumlah kematian akibat wabah Coronavirus bertambah satu orang, setelah Senin pagi tercatat 80 orang, malam hari sudah bertambah satu orang menjadi 81 korban tewas di Tiongkok. Jumlah itu sudah termasuk kasus pertama virus tersebut di Ibu Kota negara tersebut, Beijing. Demikian dilaporkan otoritas kesehatan setempat.

Lebih dari 2.700 kasus dengan status terinfeksi, di antaranya lebih dari 400 orang diinformasikan berada dalam kondisi kritis. Provinsi Hainan selatan juga melaporkan kematian pertama pada hari Senin. Demikian dilansir The Guardian, Senin (27/1/2020) malam. (Foto: Twitter @globaltimesnews)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00