Virus Corona : Korban Tewas 81 Orang, Tiongkok Status Darurat Wabah

KBRN, Beijing : Jumlah kematian akibat wabah Coronavirus bertambah satu orang, setelah Senin pagi tercatat 80 orang, malam hari sudah bertambah satu orang menjadi 81 korban tewas di Tiongkok. Jumlah itu sudah termasuk kasus pertama virus tersebut di Ibu Kota negara tersebut, Beijing. Demikian dilaporkan otoritas kesehatan setempat.

Lebih dari 2.700 kasus dengan status terinfeksi, di antaranya lebih dari 400 orang diinformasikan berada dalam kondisi kritis. Provinsi Hainan selatan juga melaporkan kematian pertama pada hari Senin. Demikian dilansir The Guardian, Senin (27/1/2020) malam.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus langsung mengadakan pertemuan khusus dengan para pejabat di Beijing untuk membahas bagaimana mengatasi wabah tersebut. Organisasi itu telah berhenti mengumumkan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, tetapi mengatakan itu adalah keadaan darurat bagi China.

Dalam upaya untuk mengurangi kemungkinan infeksi selama apa yang merupakan musim perjalanan tersibuk di negara itu, para pejabat mengumumkan akhir liburan tahun baru lunar pekan ini akan ditunda hingga setidaknya 2 Februari di seluruh Cina, dan hingga 9 Februari di Shanghai. Pihak berwenang juga telah memperluas pembatasan bepergian hingga ke seluruh negeri, dan menghentikan semua pemberangkatan wisata keluar maupun masuk Tiongkok.

Pemerintah kota Chongqing, yang berpenduduk 30 juta jiwa mengatakan Senin kemarin, telah melarang layanan bus jarak jauh. Kotamadya tersebut berbatasan dengan provinsi Hubei, tempat wabah berawal. Chongqing merupakan wilayah kesekian di Tiongkok yang mengumumkan isolasi menyeluruh setelah Beijing, Shanghai, dan provinsi Shandong timur.

BACA JUGA: Virus Corona : Korban Tewas 80 Orang, Dari 6.000 Kasus 51 Berhasil Sembuh

Sepertri diberitakan sebelumnya, Coronavirus di Wuhan, Cina, terus memakan korban. Kali ini angka kematian telah meningkat menjadi 80 orang, dengan 2.700 kasus terjadi di kota Wuhan, tempat wabah dimulai. Demikian keterangan resmi Komisi Kesehatan Nasional (NHC), seperti dilansir The Guardian, Senin (27/1/2020). 

Angka tersebut naik dari kemarin yang berada di posisi 56. Selain itu, NHC juga mengatakan ada lebih dari 2.700 infeksi dilaporkan. Semua angka ini harus diperhatikan, Komisi Kesehatan Nasional China telah memasukkan Hong Kong, Makau, dan Taiwan jadi satu.

Hal tersebut mengemuka saat kedatangan Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus ke Beijing, Cina, untuk membahas wabah itu dengan pihak berwenang. kekhawatiran saat ini, ada potensi 100.000 orang bisa terinfeksi.

Akibat perkembangan terbaru korban Coronavirus, petugas kesehatan di Cina memperketat pemeriksaan suhu badan bagi setiap pekerja maupun mahasiswa yang hendak memasuki Subway di Kota Beijing. 

Perlu diketahui, sejak Minggu, 26 Januari kemarin, terdapat 769 kasus baru dilaporkan terjadi di 30 wilayah berbeda di Cina. Namun perkembangannya hingga Senin, 27 Januari pagi ini, sudah lebih dari 2.700 kasus yang dilaporkan (termasuk Hong Kong, Taiwan, Makau), dengan 30 kasus yang masuk kategori sangat berbahaya.

Secara keseluruhan, ada hampir 6.000 kasus yang dicurigai dengan 51 kasus yang berhasil sembuh. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer/TheGuardian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00