Virus Corona Sudah Tewaskan 25 Orang di Cina, 830 Positif Terinfeksi

KBRN, Beijing : Pemerintah provinsi Hubei dan kota Wuhan menerapkan pemeriksaan suhu bagi seluruh masyarakat menyusul jumlah kematian yang meningkat tajam di angka 25 orang akibat Coronavirus. Pasukan Garda Nasional sudah diturunkan guna membantu otoritas kesehatan sebagai dukungan pengamanan. 

Jumlah kematian diperkirakan bakal bertambah, karena 830 orang dinyatakan positif terinfeksi virus yang menyerang sistem pernafasan manusia tersebut.

Dari total 830 kasus terinfeksi yang sudah dikonfirmasi kebenarannya, 177 orang dinyatakan dalam kondisi serius, dan 34 orang nampak ada harapan untuk sembuh dan dipulangkan dari instalasi isolasi otoritas kesehatan setempat. Demikian seperti dikutip The Guardian, Jumat (24/1/2020).

Sementara dari AFP menginformasikan, Komisi Kesehatan Nasional di China mengatakan bahwa selain 830 kasus yang dikonfirmasi, pihak berwenang saat ini juga fokus memeriksa 1.072 kasus yang diduga virus.

Sementara itu, pemerintah Korea Selatan dikabarkan telah mengkonfirmasi kasus virus kedua di negara itu.

South China Morning Post yang berbasis di Hong Kong melaporkan hari ini bahwa staf medis sedang terinfeksi virus corona pada tingkat yang jauh lebih cepat daripada yang dilaporkan sebelumnya. 

SCMP tidak mengidentifikasi dua sumbernya tetapi mereka membantah penilaian Pusat Pengendalian Penyakit China bahwa 15 staf rumah sakit telah terinfeksi di kota Wuhan, mengatakan 14 staf telah terinfeksi di satu rumah sakit saja.

Pemerintah Cina telah dituduh meremehkan keparahan wabah oleh penduduk yang menunjukkan jaminan berulang bahwa virus itu tidak serius, "dapat dikendalikan", dan fakta bahwa Wuhan baru saja dikurung, bahkan dalam kasus-kasus tertentu. 

Coronavirus dikabarkan sudah masuk ke Jepang, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Amerika Serikat.

Keadaan ini menarik perhatian Daily Mail dengan headline besar, "Apakah virus pembunuh ada di sini?" (Foto: Feature China/The Guardian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00