Coronavirus : Seluruh Negara Asia Waspada, Korea Utara Tutup Perbatasan

KBRN, Jakarta : Satu pekan terakhir ini, jumlah infeksi Coronavirus yang dikonfirmasi telah lebih dari tiga kali lipat dan kasus telah ditemukan di 13 provinsi di China, seperti kotamadya Beijing, Shanghai, Chongqing dan Tianjin. Akan tetapi, semua kematian terjadi di provinsi Hubei. 

Li Bin, wakil direktur komisi di Tiongkok mengatakan, lebih dari 2.000 kontak fisik telah diidentifikasi dan lebih dari 1.000 orang berada di bawah pengawasan medis saat ini.

Menurut Li, peningkatan kasus adalah hasil dari pemahaman yang lebih dalam tentang penyakit dan perbaikan dalam proses skrining. Wuhan, kota di Cina tengah, provinsi Hubei, menjadi tempat wabah itu berasal. Coronavirus dipastikan berjangkit pertama kali dari sebuah pasar di kota Wuhan.

"Pasar telah diawasi dengan ketat, penjualan unggas hidup telah dilarang. Hewan liar dan unggas tidak lagi diizinkan di kota (Wuhan)," katanya.

Pemerintah setempat telah membatalkan kegiatan publik selama liburan Tahun Baru (Imlek), termasuk pemberian doa tahunan di Kuil Guiyan di kota Wuhan, dimana prosesi tersebut tahun lalu mampu menarik sekitar 700.000 wisatawan.

Walikota Wuhan, Zhou Xianwang mendesak warga agar tidak meninggalkan kota dan bagi siapapun yang ingin berkunjung ke Wuhan supaya mengurungkan niatnya tersebut untuk menghindari kemungkinan penularan coronavirus.

"Jika tidak perlu, kami sarankan agar orang tidak datang ke Wuhan," kata Zhou kepada stasiun televisi pemerintah CCTV, seperti dilansir TheGuardian, Rabu (22/1/2020).

BACA JUGA: Coronavirus : 17 Orang Tewas, China Isolasi Kota Wuhan Sebagai Pusat Wabah

Pemindai demam telah dipasang di stasiun kereta api kota dan bandara. Pejabat setempat juga memeriksa suhu pengemudi di pos-pos pemeriksaan jalan raya, sementara kelompok wisata dilarang meninggalkan kota.

Otoritas China mencatat bahwa virus tersebut masuk kategori sebagai penyakit kelas A, yang berarti pihak berwenang dapat mengkarantina pasien sekaligus mengisolasi daerah yang terkena dampak virus.

Li Bin kembali menuturkan, pemerintah China telah menerapkan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, termasuk menambahkan pemeriksaan suhu, meminimalkan kerumunan besar, lebih banyak skrining pasien yang berpotensi terinfeksi dan lebih banyak perlindungan bagi petugas kesehatan.

Virus ini juga telah menyebar ke luar China, seperti Amerika Serikat (AS), Thailand, Korea Selatan, Taiwan dan Jepang. Rabu kemarin, Thailand mengkonfirmasi empat kasus baru Coronavirus. Sementara Macau melaporkan kasus pertamanya, dan para pejabat telah memperkenalkan pemeriksaan kesehatan di semua bandara yang memiliki penerbangan harian dari Wuhan, termasuk Suvarnabhumi, Don Mueng, Chiang Mai dan Phuket.

Sebanyak 1.400 wisatawan dari Wuhan mengunjungi Thailand setiap harinya, demikian menurut media setempat, dan diperkirakan akan lebih banyak lagi yang datang dari Wuhan untuk merayakan tahun baru Imlek.

Hong Kong, negara yang pernah mendapat pukulan telak akibat menjadi sumber virus Sars, juga telah mengkonfirmasi kasus Coronavirus pertamanya Rabu kemarin, demikian menurut media setempat.

BACA JUGA: Waspada Corona, Pemprov Jatim Instruksikan Rumah Sakit Sediakan Ruang Isolasi

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, telah mengimbau warganya agar tidak mengunjungi wilayah Cina tengah. 

"Saya ingin meminta warga negara kami untuk tidak mengunjungi wilayah ini (kota Wuhan) jika tidak perlu," tulis Tsai Ing-wen di halaman Facebook-nya, Selasa malam.

Korea Utara sebagai negara yang dekat dengan kota Shanghai, Beijing dan Wuhan, telah melarang masuknya turis asing untuk berjaga-jaga terhadap penyebaran virus baru dari China, kata salah satu operator tur wisata. Penutupan sementara perbatasan Korea Utara telah dimulai Rabu kemarin. Demikian menurut Young Pioneer Tours.

Sementara itu, maskapai Hong Kong Cathay Pacific mengatakan, bahwa akibat Coronavirus, awak kabin diwajibkan untuk mengenakan masker bedah pada penerbangan daratan. Hal ini disebabkan mencuatnya kekhawatiran dari serikat pramugari Cathay Pacific yang prihatin dengan bahaya penyebaran Coronavirus. (Foto: AFP/Noel Celis/TheGuardian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00