Lebih 370 Orang Terluka dalam Unjuk Rasa di Beirut

KBRN, Beirut : Petugas pertolongan pertama pertama Libanon merawat lebih dari 370 orang yang cedera selama bentrokan beberapa jam antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa yang mengguncang Beirut tengah pada Sabtu malam (18/1/2020).

Seperti dikutip dari Reuters, jumlah korban tersebut adalah yang tertinggi sejak sebagian besar protes damai merebak di seluruh Lebanon pada bulan Oktober. Ketika negara ini tenggelam ke dalam krisis ekonomi yang lebih dalam, amarah rakyat telah memuncak kepada para elit penguasa yang telah mendominasi kekuasaan sejak perang saudara 1975-1990.

Kerumunan massa tumpah kembali ke jalan dekat parlemen pada hari Minggu (19/1/2020). 

"Kami tidak takut. Ini semua untuk masa depan kami dan anak-anak kami,” kata Bassam Taleb, tukang sepatu dalam protes itu.

“Negara ini sudah beku. Negara tidak melakukan apa-apa, mereka cuma kelompok pencuri. Dan jika Anda punya uang di bank, Anda bahkan tidak bisa mengambil seratus dolar."

Palang Merah Lebanon mengatakan telah merawat 220 orang yang terluka di kedua belah pihak pada hari Sabtu, dan membawa 80 dari mereka ke rumah sakit. Pertahanan Sipil mengatakan telah memberikan pertolongan pertama kepada 114 orang lain dan membawa 43 orang ke rumah sakit.

Pasukan Keamanan Internal mengatakan 142 polisi terluka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00