Lewati Negosiasi Panjang, DK PBB Berhasil Capai Konsensus untuk Selamatkan Nyawa di Suriah

KBRN, New York : Dewan Keamanan PBB memperpanjang Resolusi 2504, mengenai mekanisme pengiriman bantuan kemanusiaan ke Suriah secara lintas batas. Perpanjangan resolusi tersebut diperoleh melalui pemungutan suara, di Markas Besar PBB, di New York, Jumat (10/1/2020), sebagaimana yang ditulis dalam keterangan resmi yang diterima redaksi RRI, Sabtu (11/1/2020).

Deputi Wakil tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Muhsin Syihab, mengatakan Indonesia menyambut baik adanya perpanjangan Resolusi 2504 tersebut. “Indonesia sambut baik adopsi Resolusi 2504 Dewan Keamanan PBB yang memperpanjang mekanisme pengiriman bantuan kemanusiaan ke Suriah secara lintas batas,” ujar Deputi Wakil tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Muhsin Syihab, seusai anggota DK PBB melakukan pungut suara.

Hasil adopsi ini telah melalui proses negosiasi yang panjang dan intensif antar negara anggota DK PBB sejak akhir tahun 2019. Resolusi ini memperpanjang otorisasi mekanisme pengiriman bantuan kemanusiaan secara lintas batas ke Suriah, melalui dua jalur yang berbatasan dengan Turki, untuk periode 6 bulan. Mekanisme ini membantu jutaan warga Suriah yang membutuhkan di wilayah barat laut Suriah.

Indonesia sangat berharap agar konflik di Suriah dapat segera berakhir, sehingga mekanisme secara lintas batas ini tidak lagi diperlukan di masa mendatang. Namun, untuk saat ini semua pihak perlu untuk terus meningkatkan berbagai upaya terkait operasi kemanusiaan ke Suriah.

Resolusi tentang otorisasi pengiriman bantuan secara lintas batas ke Suriah ini disepakati pertama kali melalui Resolusi DK 2165 (2014), dimana operasi kemanusiaan dapat dilakukan oleh PBB dan mitra kemanusiaan melalui jalur perbatasan dari Turki, Irak dan Yordania. Pada Resolusi 2504 (2020) yang baru di adopsi, DK PBB otorisasi pengiriman bantuan kemanusiaan melalui dua jalur perbatasan dengan Turki.

Sementara, mandat mekanisme ini akan berakhir pada 10 Juli 2020.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00