Iran Bom Pangkalan AS Hanya untuk Selamatkan Muka

KBRN, Jakarta : Pemboman atas pangkalan tentara Amerika Serikat (AS) di Irak dinilai hanya untuk menutup malu dari pemerintah Iran atas terbunuhnya Jenderal Besar, Qasem Soleimani.

Pengamat Politik Timur Tengah, Smith Alhadar mengatakan, hal itu karena sebelum merudal, Iran terlebih dahulu menelepon Irak, terkait beberapa jam ke depan akan memborbardir pangkalan militer AS.

"Beberapa jam sebelum itu dia telepon ke Perdana Menteri Irak, Adil Abdul Mahdi yang diharapkan disampaikan ke Washington," ungkapnya dalam wawancara dengan Radio Republik Indonesia, Sabtu (11/1/2020).

Akhirnya, lanjut Smith, pihak Irak pun menginformasikan kepada AS. AS lalu meminta semua tentara mereka yang berdiam di barak untuk meninggalkan lokasi. Alhasil, tidak ada satupun tentara AS yang tewas akibat serangan tersebut.

"Jadi Iran memang sengaja menginformasikan itu supaya tidak ada korban dari Amerika Serikat," tandasnya.

Makanya, diyakini dia bahwa pemboman yang dilakukan Iran bukan ingin menyulut perang dengan AS. Yang ada hanya untuk meredam kemarahan masyarakat Iran.

"Irak itu hanya untuk menyelamatkan mukanya. Dia ingin publik Iran melihat bahwa pemerintahnya tegas dan berani dengan harapan agar kemarahan rakyat Iran mereda," pungkasnya. (Foto : Ilustrasi/ Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00