Begini Publik Inggris Perlakukan Mahasiswa Indonesia Pasca Kasus Reynhard Sinaga

KBRN, Jakarta : Kasus perkosaan yang dilakukan oleh Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Reynhard Sinaga, di kota Manchester, Inggris, membuat publik internasional tidak terkecuali tanah air dibuat terkejut. Pasalnya, aksi bejat pria kelahiran 19 Februari 1983 itu dilakukan kepada sekitar 159 pria. Reynhard sendiri telah divonis seumur hidup atau setara dengan 30 tahun penjara oleh pengadilan Manchester pada Senin (6/1/2020). Tindakan amoral Reynhard Sinaga tersebut, turut berdampak pada perilaku publik Manchester terhadap WNI lainnya. 

Seorang mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh program Doktor jurusan keuangan di Universitas Salford Manchester, Abdul Azis Ibrahim, mengatakan, pasca vonis diberikan hakim setempat, pihak kampus mengirimkan surel kepada setiap mahasiswa dengan pesan mengharapkan mereka melapor apabila pernah mendapatkan perlakuan tidak pantas dari Reynhard Sinaga. 

"Di kampus-kampus ini kita mendapatkan "announcement", mendapatkan email terkait dengan ibaratnya kampus mengumumkan bahwa jika ada diantara kita yang dalam tanda kutip terdampak dari Reynhard Sinaga apapun itu, segera melaporkan," ujar Abdul kepada RRI melalui sambungan telepon, Selasa (7/1/2020).

Menurut Abdul, didalam surel juga disebutkan jika mahasiswa bersangkutan merupakan korban Reynhard, maka akan segera ditangani oleh psikolog kampus. "Nanti kampus akan bantu dikomunikasikan dengan pihak psikolog," imbuhnya.

Abdul Azis Ibrahim juga menceritakan bagaimana publik Manchester memiliki rasa penasaran tinggi terhadap kasus Reynhard dan tidak sedikit diantara mereka yang bertanya langsung. "Sementara, "image" orang Indonesia biasanya kita dikenal kalem pada umumnya orang Asia Tenggara. di UK, agak pemalu orangnya. Tapi, kemudian heboh dengan kasus yang dianggap sangat luar biasa karena di berbagai macam "headlines" surat kabar yang kebetulan tadi saya sengaja cari koran-koran di Manchester hampir semuanya tentang kasus ini. Jadi, saya ingin lihat sih gimana respon media dan ternyata respon teman-teman di kampus nanyain hal yang sama. Mereka ibaratnya ga nyangka,".

"Bahkan, tadi saya sengaja ngambil koran di bis (gratis), itu orang-orang UK pada nanya "kamu dari mana?", "Indonesia?". Kemudian, "what do you think about the case?", gitu. Mereka ibaratnya mungkin kaget dari berita nasional apalagi internasional, dari negara yang warganya dikenal kalem mungkin gitu. Tadi, juga ketika saya belanja di salah satu supermarket di kota Manchester, "Kamu orang Indonesia ya?,"Gimana kok bisa ada kasus seperti ini?". Sebetulnya, orang UK itu cuek, tapi karena kasusnya besar dan which ini international student, akhirnya mereka penasaran dan bertanya," papar Abdul.

Kini akibat kasus kriminal yang dilakukan oleh mahasiswa cerdas dari Universitas Manchester dan Universitas Leeds, Reynhard Sinaga, dikhawatirkan akan berdampak pada WNI lainnya terutama para mahasiswa Indonesia di Inggris. 

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan, pihaknya mengharapkan publik Inggris bersikap bijak dalam memandang kasus perkosaan yang dilakukan Reynhard. "Publik Inggris kita harapkan dewasa ya, dalam arti bahwa tindakan yang seseorang itu seharusnya menjadi tanggungjawab dari yang melakukan. Jadi, yang seharusnya dilihat dari situ," ungkap Retno Marsudi ketika ditemui di sela-sela pertemuan bersama para Kepala Perwakilan RI, KADIN dan pebisnis, Selasa (7/1/2020) malam di Jakarta.

Retno menambahkan para mahasiswa Indonesia di Inggris diharapkan secara maksimal pula memanfaatkan keberadaan Kedutaan Besar RI (KBRI) di London, jika dihadapkan pada suatu masalah. "Insha Allah teman-teman (mahasiswa) di Inggris, tidak akan ada apa-apa pada mereka. Bahwa, di sana ada KBRI yang setiap saat dapat dihubungi jika mereka katakanlah menghadapi suatu masalah," terangnya. 

Kasus perkosaan Reynhard Sinagar terhadap para korban pria itu, juga turut membuat publik Inggris tidak habis pikir. Bahkan, menyebutnya sebagai kasus perkosaan terbesar yang pernah terjadi di negeri Ratu Elizabeth tersebut. 

Kepolisian kota Manchester, Mabs Hussain, menyatakan, pihaknya berkeyakinan Reynhard telah menjalankan aksi bejatnya itu sejak 10 tahun terakhir dengan korban mencapai lebih dari 190 orang. "Kami yakin perbuatan tersangka telah berlangsung lebih dari 10 tahun. Kami perkirakan jumlah korban lebih dari 190 orang. Dimana 48 diantaranya telah teridentifikasi, sedangkan sekitar lebih dari 70 orang lainnya belum teridentifikasi," jelas Mabs Hussain.

Sejak awal persidangan pada 2017 lalu, Reynhard Sinaga selalu berdalih hubungan dilakukan bersama para korban atas dasar suka sama suka. Ryenhard dicurigai mencampurkan obat bius cair, Gamma Hydroxybutyrate (GHB), ke minuman beralkohol yang diberikan kepada para korban. Para korban pria kelahiran 19 Februari 1983 itu berusia 19 - 36 tahun. Sementara, pendampingan advokasi terhadap Reynhard Sinaga juga diberikan pemerintah Indonesia melalui KBRI London sejak 2017. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00