Israel Serang Jalur Gaza, 10 Orang Tewas

Situasi jalur Gaza Palestina saat terjadi serangan udara oleh Israel. Sebanyak 10 orang warga di jalur itu dilaporkan tewas. (foto: @571ErdemOzveren)

KBRN, Jakarta: Israel serang Jalur Gaza, sebanyak 10 orang Palestina di jalur itu dilaporkan tewas. Serangan ini memang tampak mematikan.

“Ini bukan Ukraina! Ini #Gaza satu jam yang lalu!.” Demikian @Sarah_Hassan94, seorang guru Bahasa Inggris di Gaza membagikan kabar plus gambar situasi di wilayahnya pasca penyerangan oleh pasukan Israel.

Melalui hastag #GazaUnderAttack bisa diketahui bahwa Jalur Gaza berantakan. Keadaannya tampak begitu memprihatinkan.

Jalur Gaza dilaporkan terkepung oleh pesawat tempur Israel pada hari Jumat dan menewaskan sedikitnya 10 orang. Termasuk seorang komandan kelompok Jihad Islam dan seorang gadis muda.

Taysir al-Jabari, seorang komandan Brigade al-Quds, lengan militer Jihad Islam, tewas dalam serangan udara itu. Persisnya di sebuah apartemen di Menara Palestina di pusat Kota Gaza.

Kementerian kesehatan setempat mengatakan sedikitnya 10 orang tewas termasuk al-Jabari dan seorang gadis berusia lima tahun. Setidaknya 55 orang terluka dan dirawat di rumah sakit akibat serangan Israel.

Gadis lima tahun, Alaa Qaddoum, tewas dalam serangan rudal bersama ayahnya. Itu saat mereka mengendarai sepeda motor untuk berbelanja bahan makanan.

Asap mengepul dari lantai tujuh gedung di Kota Gaza. Tim pertahanan sipil bergegas ke tempat kejadian untuk mengevakuasi orang dan memadamkan api yang disebabkan oleh serangan itu.

"Kami baru saja makan siang hari Jumat dan anak-anak saya sedang bermain. Tiba-tiba, ledakan besar menghantam menara tempat kami tinggal. Kami melarikan diri. Suara (ledakan) itu sangat besar. Kami sangat terkejut karena tempat itu penuh dengan warga sipil. Saya melihat banyak korban yang dievakuasi," kata seorang warga kepada Al Jazeera dengan darah menutupi pakaiannya.

Serangan udara melanda Jalur Gaza timur, dengan jet tempur Israel terus berkeliaran di atas kota. Suasana kota itu berpenduduk padat.

Serangan itu menyusul ketegangan selama berhari-hari dengan Jihad Islam. Itu setelah penangkapan pemimpin senior Palestina Bassam al-Saadi di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki.

Bassam al-Saadi yang kini berusia 61 tahun ditangkap Israel dalam sebuah serangan pekan ini. Jihad Islam telah memberikan ancaman agar Israel membebaskan pemimpinnya.

Mereka bersumpah untuk menanggapi penangkapan tersebut. Ghazi Hamad, seorang pejabat senior Hamas (kelompok yang mengatur Jalur Gaza)  mengatakan serangan terbaru adalah "kejahatan brutal”*

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar