Presiden Jokowi Gunakan Asean Way dalam Konflik Ukraina-Rusia

Doktor Ali Muhammad, dosen Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Foto: tangkapan layar Zoom.

KBRN, Jakarta: Presiden Jokowi menggunakan pendekatan ASEAN Way ketika menjalankan misi diplomasi perdamaian ke Ukraina dan Rusia. Pendekatan ini cukup berhasil untuk membuka ruang dialog.

ASEAN Way adalah istilah untuk pendekatan diplomasi yang tidak berpihak pada pihak-pihak yang bersengketa. Sekaligus juga tidak mengeluarkan sikap mengecam atau mengutuk.

“Gaya ASEAN Way tidak mau konfrontasi. Gaya diplomasi yang sangat halus. Ada positifnya diterima di kedua belah pihak, tetapi prosesnya lama,” kata Dr. Ali Muhammad, dosen Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) saat diwawancarai RRI, Sabtu (2/7/2022). 

Ali Muhammad menyebut, kunjungan Jokowi ini positif,  karena cukup berhasil dalam membuka dialog. Namun untuk mencapai perdamaian masih butuh langkah-langkah selanjutnya dari Indonesia.  

Sebelumnya upaya perdamaian pernah dilakukan Presiden Perancis Macron juga dengan berkunjung ke Rusia dan Ukraina. Namun upaya Macron ini masih menemukan jalan buntu.

Usaha perdamaian serupa juga dilakukan negara Turki, yang mempertemukan dua Menteri Luar Negeri Rusia dan Ukraina. Forum diplomasi sudah dilakukan dua kali, tetapi tetap menemukan jalan buntu,

“Saat ini dunia sedang melihat Indonesia, mau apa setelah ini. Lets see what next?, ”kata Ali. “Pertemuan ini  masih langkah awal. Perlu ditindaklanjuti Kementerian Luar Negeri. Misalnya ada special envoy (utusan khusus). “

Menurut Ali, Indonesia memiliki posisi yang penting, karena selama ini Indonesia tidak turut mengutuk Rusia. Berbeda dengan posisi Perancis yang dianggap bagian dari negara Barat, yang selama ini berposisi mendukung Ukraina.

Posisi Rusia yang terisolir dari negara-negara lain, membuat kunjungan Presiden Jokowi ke Moskow memberi makna penting bagi Presiden Putin.  

Di sisi lain, Indonesia memang mempunyai kepentingan atas perdamaian Ukraina - Rusia. Ukraina adalah salah satu negara pengekspor gandum terbesar di dunia.

Sejak tahun 2018 sampai 2020, impor gandum Indonesia tertinggi berasal dari Ukraina. Terjadinya perang ini, membuat gandum Ukraina tidak bisa keluar dari negara tersebut dan Indonesia kekurangan pasokan gandum.

Sumber: (BPS)

Presiden Jokowi menyebutkan hasil pertemuan dengan Presiden Putin, salah satunya adalah jaminan keamanan pada bahan pangan.  Rusia berjanji akan menjamin keamanan bahan pangan (termasuk gandum) Ukraina yang akan keluar lewat Pelabuhan di Laut Hitam.

Menurut Ali Muhammad, ini salah keberhasilan diplomasi ASEAN Way yang membangun komunikasi dengan pihak-pihak bersengketa. Meski untuk menuju perdamaian Ukraina- Rusia masih membutuhkan proses yang panjang.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar