Presiden Jokowi akan ke Ukraina Lewat Polandia

Presiden Joko Widodo (kanan) saat tiba di lokasi KTT G7 di Elmau, Jerman. (Foto: BPMI)

KBRN, Jakarta: Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengunjungi Ukraina usai menyelesaikan rangkaian kegiatan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Elmau, Jerman. Presiden Jokowi akan ke Ukraina melalui Polandia.

"Presiden akan meneruskan perjalanan ke Ukraina melalui Polandia," kata Retno dalam keterangan pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (28/6/2022)

Retno menyebut, Kemenlu juga berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait rencana kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia. 

"Dan selain itu, komunikasi-komunikasi lain yang saya lakukan antara lain dengan Presiden Palang Merah Internasional, dengan UNOCHA (Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa), Sekjen UNCTAD (Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan) dengan Menteri Luar Negeri Turki, dan yang paling terakhir saya lakukan pembicaraan telepon dengan Sekjen PBB (Antonio Guterres)," tambahnya.

Lebih lanjut, Retno menjelaskan, situasi perang Ukraina dan Rusia dibahas Presiden Jokowi saat bertemu dengan sejumlah Kepala Negara anggota G7 dan Partner Countries.

"Selain menghadiri dua sesi dalam KTT G7 and partner countries tersebut bapak Presiden juga melakukan sekitar 9 pertemuan bilateral. Yaitu dengan PM India, Presiden Perancis, PM Kanada, Kanselir Jerman, PM Inggris, PM Jepang, Presiden Komisi Eropa, Presiden Dewan Eropa, dan managing director IMF," urainya. 

Pada kesempatan itu, Presiden menyoroti dampak perang Rusia-Ukraina terhadap rantai pasok pangan dunia.

"Selain membahas isu penguatan kerja sama bilateral," ungkapnya.

Menurut Retno, Presiden juga menekankan mengenai pentingnya segera menyelesaikan gangguan rantai pasok pangan. Presiden Jokowi memandang, ratusan juta, bahkan miliaran penduduk di dunia bakal merasakan dampak jika dunia tidak bersatu mengatasi masalah tersebut.

"Di sini sangat jelas presiden membawa suara negara berkembang yang memang sangat terdampak dari terjadinya perang di Ukraina. Kekhawatiran terhadap rantai pasok pangan memang sangat mengemuka di dalam diskusi-diskusi bilateral," imbuh Retno.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar