Musisi Indonesia Guncang Panggung Borneo Jazz di Miri

Musisi asal Indonesia yaitu Rio Sidik saat tampil di festival "Borneo Jazz", di Miri, Malaysia. (Foto: Retno Mandasari)
Rio Sidik tampil di tengah kerumunan penonton Borneo Jazz
Tak hanya piawai memainkan terompet, Rio Sidik juga memiliki suara yang merdu. (Foto:RetnoMandasari/RRI)

KBRN, Miri: Setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, Badan Pariwisata Sarawak (STB) kembali menggelar festival "Borneo Jazz" pada 24 - 26 Juni di Miri, Malaysia.

Sejumlah musisi jazz dari berbagai negara mengisi acara ini. Salah satunya, musisi asal Indonesia yaitu Rio Sidik.

Penampilan Rio Sidik dan bandnya, Rio Sidik Quintet, berhasil mengguncang panggung utama Borneo Jazz di Aula Mulu, Coco Cabana, Sabtu (25/06/2022) malam.

Rio berhasil menghipnotis para penonton untuk ikut bernyanyi dan menari bersamanya. Terutama saat ia meniupkan terompet dengan alunan nada nan energik.

Salah seorang penonton asal Miri, Miqdad menyebut, dirinya terpukau dengan penampilan Rio Sidik dan band yang disebutnya sangat menyenangkan.

"Penampil terakhir dari Indonesia itu sangat bagus dan menyenangkan dengan musik yang "funky" dan saya juga sangat menyukai semangatnya. Mereka sangat menonjol dari para penampil sebelum-sebelumnya, mereka dari Nusantara, kan. Jadi, mereka dari Asia Tenggara dan saya rasa sepertinya mereka paham betul tentang (musik) yang kami suka," ujar Miqdad.

Sementara itu, penonton asal Penang, Marco, memuji dua penampilan dari para musisi sebelumnya.

"Malam ini menurut saya lebih cerdas dan bervariasi. Penampil pertama lebih klasik dengan ritme blues. Penampil kedua menyuguhkan gaya 'free jazz'," kata Marco.

Namun, menurut pria berkebangsaan Italia ini, penampilan Rio Sidik Quintet seperti sebuah pertunjukan besar.

"Penampil terakhir Rio Sidik Quintet itu seperti penampilan yang besar bagi kami. Memberikan penampilan yang positif bahkan para pengunjung yang di luar ikut menari dan mereka yang di dalam (Aula Mulu) juga ikut menyanyi dan menari. Dapat saya katakan malam ini sukses," imbuhnya.

Ditemui usai pertunjukan, Rio Sidik mengatakan, dirinya sangat takjub dengan semangat para penonton yang ikut hanyut dalam setiap lagu yang ia tampilkan bersama band.

"Wah, sangat menakjubkan! keren sekali, banyak surprise (kejutan) sebelum saya naik ke panggung. Para penonton benar-benar menyukai penampilan kami. Maksudnya, saya sampai merinding ketika saya memainkan nada demi nada dan mereka benar-benar menyukainya. Mereka mendengarkan seluruh pesan di dalamnya dan saya seperti "Wah, kalian luarbiasa!. Hal itu fantastik!," ucap Rio Sidik.

Borneo Jazz merupakan even musik pertama bagi Rio Sidik, pasca dua tahun pandemi Covid-19.

"Saya bersyukur mereka mengundang saya dan ini adalah salah satu festival terbaik yang pernah ada di dalam hidup saya. Ini adalah even pertama setelah dua tahun setelah pandemi," tambahnya.

Ditemui terpisah, Direktur Utama Badan Pariwisata Sarawak (STB) Sharzede Salleh Askor mengungkapkan, penjualan tiket festival yang mencapai target sebanyak 1.000 tiket permalam, menunjukkan tingginya antusiasme turis lokal maupun internasional untuk menyaksikan Borneo Jazz selama tiga hari.

"Walaupun dengan adanya pandemi dan perbatasan sudah dibuka, tentu saja konektifitas terkait harga tiket masih tinggi untuk warga lokal. Kita harus ingat meskipun kita menuju masa endemi dan sebagainya, namun pendapatan yang untuk dibelanjakan masih menjadi suatu hal yang menjadi perhatian orang-orang. Oleh karenanya, prioritas masih diutamakan untuk hal-hal tertentu daripada untuk pengeluaran mewah seperti menonton konser dan sebagainya," papar Sharzede, Minggu (27/06/2022).

"Tapi, dengan melihat jumlah penonton yang ada, kami tahu bahwa orang-orang ingin keluar dan melakukan hal-hal yang berbeda setelah penguncian selama 2.5 tahun," sambungnya.

Untuk memberikan pengalaman baru bagi para pengunjung, Borneo Jazz menyuguhkan beberapa aktivitas baru.

Seperti, lokakarya interaktif intensif selama enam minggu untuk 30 musisi pada 9 Mei-18 Juni 2022 di Miri. Tahun ini Borneo Jazz mengusung "Jazz di Hutan" sebagai tema.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar