Dubes Rusia: Lavrov akan Menghadiri Forum Menlu G20

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva saat memberikan keterangan kepada wartawan.(Foto:Retno Mandasari/RRI)

KBRN, Jakarta: Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva menyatakan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sergey Lavrov akan menghadiri Pertemuan Para Menlu (FMM) G20 secara fisik Juli mendatang di Bali.

“Iya, hal itu sudah terkonfirmasi bahwa menlu kami akan menghadiri FMM G20 di Bali,” ungkap Vorobieva ketika ditemui Rabu (22/06/2022) di Jakarta.

Meski tidak merinci apa yang akan disampaikan Lavrov, namun Vorobieva memastikan Rusia mendukung posisi Indonesia dengan tidak mempolitisir pertemuan G20.

“Kita lihat nanti (soal apa yang akan disampaikan). Tapi kami mendukung posisi Indonesia bahwa pertemuan G20 ini tidak harus dipolitisir. Melainkan, harus terkonsentrasi mengenai ekonomi dan keuangan,” tambahnya.

Termasuk, untuk membawa pembahasan mengenai situasi Ukraina ke dalam pertemuan G20.

“Jika Anda ingin membahas mengenai krisis di Ukraina, maka itu harus terkait isu ekonomi dan kemanusiaan. Bukan secara politik. Isu mengenai politik seharusnya tidak disetir ke dalam agenda G20,” tegas Dubes Rusia di Jakarta.

Pada kesempatan yang sama Vorobieva memastikan negaranya mendukung berbagai prioritas Presidensi G20 Indonesia.

“Forum itu harus terkonsetrasi mengenai isu ekonomi dan keuangan. Kami tentunya mendukung seluruh prioritas Presidensi G20 Indonesia,” imbuhnya.

Secara terpisah Menlu RI, Retno Marsudi mengatakan, situasi dunia yang sulit mendorong Indonesia untuk menjadikan G20 sebagai katalis pemulihan ekonomi global.

“Dunia memang sedang menghadapi situasi yang sangat sulit saat ini. Situasi ini justru mendorong presidensi Indonesia untuk lebih aktif, dalam menjadikan G20 sebagai katalis bagi pemulihan ekonomi global. Komunikasi intensif terus dilakukan di semua layers (lapisan),” ucap Menlu RI dalam pengarahan pers, Rabu (22/06/2022).

Retno menyebut, di dalam presidensinya di G20, Indonesia memilih untuk tidak menggunakan “megaphone diplomacy” (diplomasi megafon).

“Alhamdulillah di tengah situasi yang sangat rumit dan sulit ini, dukungan terhadap presidensi Indonesia di G20 masih sangat kuat dan diskusi terkait substansi di semua working group (kelompok kerja) sampai saat ini masih berjalan dengan baik. Sehingga, dapat saya sampaikan bahwa Everything is on the right track (semuanya di dalam jalur yang baik),” papar Menlu RI.

“Di tengah situasi yang sangat sulit dan kompleks ini, kita memilih untuk tidak menggunakan “megaphone diplomacy”(diplomasi megafon) agar tujuan besar yang bermanfaat di dunia dapat terwujud,” sambungnya.

Pertemuan Para Menlu (FMM) G20 akan diselenggarakan pada 7 – 8 Juli di Nusa Dua, Bali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar