Jutaan Warga Bangladesh-India Terdampak Banjir

Seorang gadis menggendong adiknya saat mengarungi jalan yang banjir setelah hujan lebat, di pinggiran Agartala, India, Sabtu (18/6/2022). (Foto: Reuters)

KBRN, Dhaka: Hujan lebat menyebabkan banjir besar di timur laut Bangladesh dan India. Banjir ini membuat hampir 6 juta warganya terdampak. Sedikitnya 19 orang tewas di Bangladesh, menurut pihak berwenang pada Sabtu (18/6/2022).

Sambaran petir menewaskan sedikitnya 15 orang di delapan distrik di Bangladesh sejak Jumat. Empat orang tewas akibat tanah longsor, menurut pejabat polisi.

Banjir di Bangladesh semakin diperburuk oleh limpasan hujan lebat yang melintasi pegunungan India. Seorang pakar pemerintah Bangladesh menyebut banjir ini berpotensi terburuk di negara itu sejak 2004. Hujan berlanjut pada hari Sabtu, dengan perkiraan hingga dua hari ke depan.

"Sebagian besar timur laut negara itu berada di bawah air dan situasinya semakin buruk karena hujan lebat terus berlanjut," kata Mohammad Mosharraf Hossain, kepala administrator wilayah Sylhet Bangladesh, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (19/6/2022).

Bangladesh dan India telah mengalami peningkatan cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan kerusakan skala besar. Para pemerhati lingkungan memperingatkan perubahan iklim dapat menyebabkan lebih banyak bencana, terutama di dataran rendah dan padat penduduk Bangladesh.

Tayangan televisi menunjukkan jalan-jalan dan jalur kereta api Bangladesh terendam. Orang-orang tampak mengarungi air setinggi dada, sambil membawa barang-barang dan ternak mereka.

Banyak sungai di Bangladesh telah naik ke tingkat yang berbahaya, kata Arifuzzaman Bhuiyan. Ia adalah kepala Pusat Peramalan dan Peringatan Banjir yang dikelola negara.

Syed Rafiqul Haque, mantan anggota parlemen dan politisi partai yang berkuasa di distrik Sunamganj, mengatakan krisis kemanusiaan dapat muncul jika banjir tidak surut dan operasi penyelamatan segera tidak dilakukan.

"Situasinya mengkhawatirkan," katanya kepada Reuters. "Tidak ada listrik, tidak ada sambungan jalan, tidak ada jaringan seluler. Orang-orang sangat membutuhkan tempat tinggal dan makanan segera."

Di negara bagian Assam di timur laut India, angkatan bersenjata dipanggil untuk membantu upaya penyelamatan, menurut pejabat India setempat. Itu dilakukan setelah tanah longsor menewaskan sedikitnya sembilan orang. Hampir 2 juta orang mengungsi dari rumah mereka dalam 10 hari terakhir sebagai dampak banjir ini.

Hujan deras mengguyur 25 dari 33 distrik di negara bagian itu hingga hari keenam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar