RI-Jerman Perkuat Kerja Sama Perubahan Iklim

Presiden Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier (kiri) dan Presiden RI, Joko Widodo (kanan) usai pernyataan pers bersama di Istana Bogor, Kamis (16/06/2022). (Foto:Youtube SetpresRI)

KBRN, Jakarta: Indonesia dan Jerman sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam penanganan perubahan iklim.

Kesepakatan itu merupakan salah satu hasil pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dan Presiden Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, Kamis (16/06/2022) di Istana Bogor, Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo dalam pernyataan pers bersama mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi dukungan pemerintah Jerman terhadap komitmen Indonesia dalam penanganan perubahan iklim.

“Saya menghargai dukungan Jerman dalam pembangunan Green infrastructure inisiatif senilai dua setengah miliar Euro pembangunan pusat mangrove dunia yang baru diresmikan beberapa hari yang lalu. Kemudian integrasi transmisi hijau di Sulawesi Utara senilai 150 juta Euro. Serta pilot project, pengembangan energi geotermal senilai 300 juta Euro,” ungkap Presiden Joko Widodo dikutip dari Youtuber Sekretariat Presiden, Jumat (17/06/2022).

Frank-Walter Steinmeier menyebut, Indonesia dan Jerman yang akan merayakan 70 tahun hubungan bilateral tahun ini, memiliki tanggungjawab bersama salah satunya yaitu mengenai penanganan perubahan iklim.

“Yang membuat saya senang bahwa negara kita merayakan ulang tahun platinum tahun ini dalam peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Jerman-Indonesia, kami juga merayakan dalam banyak pertemuan sosial, kami merayakan ulang tahun ini dalam seni dan budaya dan kami masih berbicara tentang tanggung jawab bersama kami. Tanggung jawab atas tantangan global yang mendesak, bagaimana kita melawan pandemi, bagaimana kita membuat kemajuan dalam melindungi iklim, bagaimana kita mencegah kelaparan,” kata Presiden Jerman.

Menurutnya, penguatan kerja sama di sektor itu dilakukan Indonesia dan Jerman melalui komitmen penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT), sebagai upaya untuk melindungi lingkungan dan keanekaragaman hayati.

“Untuk melindungi lingkungan dan keanekaragaman hayati kami bekerja sama terbaik dalam energi terbarukan yaitu penghapusan penggunaan batubara dan melindungi hutan bakau. Kami ingin beroperasi lebih banyak dan mencapai tujuan iklim serta membuat ekonomi dan pasokan energi kita untuk akses sosial serta ramah lingkungan," ucapnya.

Terkait kerja sama peningkatan investasi, pada kesempatan itu Presiden Joko Widodo turut mendorong adanya investasi Jerman di kawasan hijau.

“Dan, untuk berinvestasi di kawasan-kawasan hijau di Indonesia,” tambah Presiden Joko Widodo.

Pembangunan Pusat Mangrove Center baru diluncurkan pada 11 Juni 2022 oleh Presiden Joko Widodo di Pusat Persemaian Nasional, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sedangkan, Prakarsa Infrastruktur Hijau (GII) menjadi bagian dari inisiatif iklim Indonesia-Jerman yang disepakati dalam perundingan bilateral pada 1 Oktober 2019 di Berlin.

GII menyediakan fasilitas Kerjasama Keuangan (KK) selama lima tahun dengan nilai mencapai 2,5 miliar Euro untuk mendukung proyek infrastruktur yang relevan dengan lingkungan dan iklim melalui pinjaman bersubsidi dan pinjaman promosi yang disalurkan melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW).

Sementara, pertemuan bilaral kedua kepala negara juga membahas mengenai situasi perang di Ukraina.

Termasuk, Jerman juga memberikan apresiasi terhadap Presidensi G20 Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar