PBB Minta Dunia Berinvestasi pada Penanganan Bencana

Deputi Sekretaris Jenderal PBB Amina J. Mohammed saat diwawancarai RRI di sela-sela acara GPDRR, Rabu (25/5/2022), di BNDCC, Nusa Dua Bali. Amina mengatakan dunia memiliki PR besar terkait risiko bencana, sehingga memerlukan investasi yang besar. (Foto: RRI/Alfreds Tuter)

KBRN, Nusa Dua: Deputi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amina J. Mohammed mengimbau dunia agar melakukan “investasi” lebih banyak dalam upaya penanganan bencana.

“Berinvestasi di dalamnya adalah “pengembalian” yang besar untuk masyarakat, untuk infrastruktur yang lebih tangguh, dan jangan lupa kita masih harus menyelamatkan SGD’s (Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan) dan mencapai Agenda 2030,” ujar Amina dalam pernyataan yang disampaikan setelah pembukaan Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana (GPDRR) ke-7, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5/2022).

Amina menjabarkan dunia menghadapi PR besar terkait risiko bencana, sehingga investasi yang dibutuhkan juga memerlukan persiapan yang besar pula.

“Risiko yang ada adalah sangat besar, berinvestasi di berbagai risiko dengan persiapan, dengan lebih tangguh seperti pembangunan, mengubah model bisnis kita,” tambahnya.

Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang berkomitmen besar untuk berinvestasi untuk penanganan bencana, seperti dengan mengalokasikan anggara lebih besar untuk kebencanaan. 

“Kita sudah melihatnya yaitu bertukar pengalaman terkait praktik terbaik (dalam GPDRR ke-7). Tidak hanya sebagai Presiden G20, Indonesia juga memiliki masalah lain mengenai bagaimana membawa lebih banyak keuangan untuk membiayai risiko bencana,” jelas Deputi Sekjen PBB. 

Amina mencontohkan kesiapsiagaan Provinsi Bali dengan memiliki 91 Command Center ITDC, yang ia sebut sebagai contoh nyata komitmen dalam penanganan bencana.

“Indonesia merupakan negara yang memiliki sistem peringatan dini yang digunakan. Kemarin saya menyaksikan langsung alat terbaru dengan 91 Command. Sistem ini memiliki data yang sangat besar yang mana juga terlibat langsung dengan masyarakat. Anda bisa menemukan para pelajar di sekolah, serta masyarakat dengan kapasitas yang telah dibangun. Sehingga, mereka bisa beraksi dengan peringatan ini,” papar Amina J. Mohammed.

“Kemudian, kami menyaksikan karena hal itu meskipun Anda (Indonesia) telah menghadapi 300 insiden. Namun, sejak tahun lalu kita kehilangan lebih sedikit nyawa,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar