Presiden SMU PBB Apresiasi Prokol Kesehatan GPDRR

Presiden Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-76, Abdulla Shahid. (Foto: RRI/Alfred Tuters)

KBRN, Nusa Dua : Presiden Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-76, Abdulla Shahid mengapresiasi penerapan protokol kesehatan yang diberlakukan selama pertemuan Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana (GPDRR) ke-7 pada 23-28 Mei, di Nusa Dua, Bali.

Sebab menurut Abdulla, hal besar yang dihindari selama pelaksanaan GPDRR ke-7, yaitu agar pertemuan tiga tahunan tersebut tidak menjadi “Penyebaran Super” pandemi COVID-19.

“Di dalam even ini tentu saja salah satu tantangannya yaitu untuk memastikan bahwa even ini tidak akan menjadi "Penyebaran Super". Tentunya banyak sekali langkah yang telah diambil,” ungkap Presiden SMU PBB ke-76 dalam wawancara khusus bersama RRI.co.id, Rabu (25/05/2022) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Ia bahkan menyebut penerapan protokol kesehatan yang intensif seperti mewajibkan seluruh partisipan melakukan tes usap PCR sebelum masuk ke dalam forum, adalah suatu langkah tepat.

“Seperti contoh saya di sini hari ini dan saya merasa nyaman. Sebab, protokol yang telah ditentukan. Saya sendiri sudah dites saat tiba serta setiap individu yang hadir di dalam konferensi juga telah dites. Mereka diijinkan untuk bisa masuk ke dalam konferensi, ketika hasil tesnya adalah negatif. Saya merasa sangat nyaman,” papar Abdulla Shahid.

“Tentu saja itu adalah langkah yang tepat, kita harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh kementerian kesehatan,” sambungnya.

Dijelaskan Abdulla dengan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan, pihaknya optimis dunia bisa keluar dari pandemi COVID-19 yang telah melanda sejak akhir 2019.

“Pandemi telah berdampak buruk terhadap aspek kehidupan terutama ekonomi serta perilaku sosial kita. Kita harus keluar dari hal itu, jika ingin mewujudkannya maka kita harus mematuhi berbagai peraturan yang ada,” katanya.Pada kesempatan itu Presiden SMU PBB ke-76 turut memuji keberhasilan Indonesia dalam penanganan pandemi, dengan menggencarkan vaksinasi COVID-19.

“Peraturan yang telah ditetapkan oleh otoritas kesehatan, pemerintah dengan melakukan vaksinasi. Indonesia adalah negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia,” terang Abdulla Shahid.

GPDRR ke-7 resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (25/05/2022), di BNDCC, Nusa Dua, Bali.

Pertemuan tiga tahunan dari Kantor Badan PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (UNDRR) tersebut, dihadiri oleh lebih dari 7.000 partisipan dari 183 negara dengan sekitar 70% diantaranya hadir secara fisik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar