Inisiatif Pembangunan Global Perkuat Kerja Sama Tiongkok-ASEAN

Asisten Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wu Jianghao mengatakan Tiongkok mendorong penguatan kerja sama dengan ASEAN dengan turut merujuk pada Inisiatif Pembangunan Global (GDI), yang diajukan oleh Presiden Xi pada pembukaan Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-76 September 2021 lalu. (Foto: Misi Tiongkok untuk ASEAN)

KBRN, Jakarta: Asisten Menteri Luar Negeri Tiongkok Wu Jianghao mengatakan, negaranya ingin memperkuat kerja sama dengan ASEAN melalui Inisiatif Pembangunan Global (GDI), khususnya dalam memperingati 30 tahun Hubungan Dialog Tiongkok-ASEAN.

“Tiongkok dan ASEAN telah memulai perjalanan baru Kemitraan Strategis Komprehensif Tiongkok-ASEAN pada tahun 2022. Pada Konferensi Tingkat Tinggu (KTT) Khusus untuk memperingati 30 tahun Hubungan Dialog China-ASEAN, Presiden Xi Jinping mengusulkan pembangunan rumah yang sejahtera dengan ASEAN untuk dicapai pembangunan bersama untuk dua miliar orang di Tiongkok dan ASEAN,” ungkap Jianghao dalam webinar yang mengusung tema utama mengenai 30 tahun Hubungan Dialog Tiongkok-ASEAN, Jumat (20/05/2022).

Tiongkok mendorong penguatan kerja sama dengan ASEAN dengan turut merujuk pada Inisiatif Pembangunan Global (GDI), yang diajukan oleh Presiden Xi pada pembukaan Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-76 September 2021 lalu.  

“Tiongkok siap bekerja sama dengan ASEAN, sebagai juara pembangunan global dan praktisi kerja sama pembangunan, untuk memajukan saling melengkapi antara GDI dan pembangunan komunitas ASEAN, meningkatkan implementasi Agenda 2030, dan membawa kemajuan yang lebih besar melalui koordinasi,” imbuhnya.

Jianghao menyebut, negaranya mengajukan empat hal guna mendukung tercapainya penguatan kerja sama dengan ASEAN.

“Pertama, memperkuat keselarasan strategi pembangunan dan membangun konsensus yang lebih besar untuk kerjasama. Tahun ini menandai Tahun Kerjasama Pembangunan Berkelanjutan Tiongkok-ASEAN. Kedua, mempromosikan pertukaran yang saling belajar dan membangun platform kerjasama. Ketiga, bekerja untuk panen awal dan berbagi praktik terbaik. Kedua belah pihak dapat memulai dari bidang utama pembangunan berkelanjutan termasuk dalam delapan bidang prioritas GDI, pembangunan Komunitas ASEAN serta AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific) dan secara aktif mengembangkan proyek percontohan di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama, yaitu pengentasan kemiskinan, kesehatan, pembangunan hijau, dan ketahanan pangan untuk menciptakan kumpulan GDI Tiongkok-ASEAN proyek,” paparnya.

“Keempat, mengadvokasi keterbukaan dan inklusivitas untuk upaya global kolektif. GDI terkait erat dengan Agenda 2030 dan didukung oleh badan-badan PBB, organisasi regional dan badan pembangunan multilateral,” sambungnya.

Duta Besar Tiongkok untuk Misi ASEAN Deng Xijun menyatakan, komitmen Tiongkok dalam memperkuat kerja sama dengan ASEAN, juga diikuti dengan komitmen untuk menegakkan multilateralisme, serta mendukung arsitektur regional yang berpusat pada ASEAN, terbuka, dan inklusif.

“Kita semua percaya penting untuk mematuhi solidaritas, saling percaya dan kerjasama yang saling menguntungkan untuk pembangunan bersama, dan upaya untuk keamanan yang berkelanjutan, juga sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang menguntungkan untuk mencapai pemulihan yang komprehensif dan berkelanjutan di kawasan ini,” kata Xijun.

Tiongkok memastikan keinginan untuk bekerja sama dengan ASEAN dalam menangani berbagai tantangan di kawasan global maupun regional.

“Khususnya, kemunduran parah pada proses Pembangunan yang Berkelanjutan (SDG’s). Dan, menegaskan kembali keinginan dan kesiapan kami untuk bekerja sama lebih erat dalam menghubungkan GDI dan Komunitas ASEAN Visi 2025, untuk mempercepat implementasi Agenda 2030 dan memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat kita,” tandas Deng Xijun.

Sebelumnya, lebih dari 100 negara telah menyatakan dukungan untuk Inisiatif Pembangunan Global (GDI) yang diusulkan oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping pada pembukaan SMU PBB September 2021.

Lebih dari 50 negara telah bergabung dengan “Kelompok Sahabat GDI” yang diluncurkan oleh Tiongkok pada platform PBB.

Melansir berbagai sumber disebutkan analisis GDI menunjukkan ini adalah inisiatif yang dirancang dengan baik untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak di dunia.

Bidang kerja sama yang diakomodir di dalam GDI yaitu pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, respon Covid-19 dan vaksin, pembiayaan pembangunan, perubahan iklim dan pembangunan hijau, industrialisasi, ekonomi digital serta konektivitas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar