Denmark Hapus Batasan Sosial Domestik Febuari Mendatang

Ilustrasi Denmark (foto: istimewa)

KBRN, Jakarta: Meskipun ancaman varian Omicron tengah merebak di dunia, namun Pemerintah Denmark berencana menghapus semua pembatasan sosial domestik per Febuari mendatang. 

Alasan pelonggaran yakni karena jumlah kasus Covid-19 di Denmark turun di bawah puncak dan jumlah rawat inap lebih rendah daripada yang dikhawatirkan.

“Pemerintah bermaksud membatalkan semua pembatasan pada 1 Februari. Ini mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan oleh panel ahli pada Selasa,” kata Menteri Kesehatan Magnus Heunicke dalam suratnya kepada parlemen, dikutip dari Reuters, Kamis (27/1/2022).

Pembatalan aturan ini Hal diumumkan pemerintah negara tersebut menyusul keputusan serupa juga dilakukan Inggris, Irlandia dan Belanda dalam seminggu terakhir. 

Sebelumnya diketahui bahwa Denmark telah melakukan lockdown sebulan belakangan ini.

Karena hal ini kemungkinkanan besar bioskop dan tempat musik akan dibuka kembali, tetapi beberapa aturan seperti jam buka terbatas untuk restoran dan wajib masker masih berlaku. Bahkan, klub malam dapat dibuka kembali dan restoran dapat menyajikan alkohol setelah pukul 10 malam.

Pelanggan juga tidak perlu menunjukkan sertifikat vaksin saat masuk ke klub hingga restoran. Selain itu, penumpang dapat naik bus tanpa harus mengenakan masker dan toko dapat mencabut batasan jumlah pelanggan.

Nantinya jika perubahan disetujui, satu-satunya aturan yang akan tetap berlaku hanyalah tes dan karantina warga saat masuk ke Denmark. Aturan tes dan karantina ini akan tetap berlaku selama empat minggu lagi.

Sebagai informasi, Denmark mencatat 46.590 kasus baru pada Selasa (25/1/2022) lalu, tidak jauh dari puncak kasus harian yang mencapai 47.831 pada pekan lalu. Jumlah rawat inap terkait virus corona pun naik menjadi 918, tertinggi dalam setahun

Tetapi, otoritas kesehatan setempat memperkirakan antara 30-40 persen dari warga positif corona yang sedang di rumah sakit dirawat karena alasan lain di luar COVID-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar