RI-Malaysia Sepakat Lanjutkan Pengiriman PLRT Indonesia

Menteri Sumber Manusia Malaysia Saravanan Murugan menggelar pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Senin (24/01/2022), di Jakarta. (Foto:KemenakerRI)

KBRN, Jakarta: Menteri Sumber Manusia Malaysia, Saravanan Murugan menggelar, pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, Senin (24/01/2022), di Jakarta.

Pertemuan kedua menteri ini membahas mengenai Nota Kesepahaman (MoU) terkait Rekrutmen dan Penempatan Penata Laksana Rumah Tangga (PDI).

Menteri Sumber Manusia Malaysia menyebut, telah disepakati MoU akan ditandatangani pada Februari mendatang di Bali.

“Kami telah menyepakati bahwa Nota Kesepahaman (MOU) tentang Rekrutmen dan Penempatan Penata Laksana Rumah Tangga Indonesia (PDI) ditandatangani pada tanggal 7 dan 8 Februari 2022 di Bali seperti yang telah dibahas sebelumnya,” ungkap Murugan dalam keterangannya dikutip RRI.co.id

Murugan menjelaskan, beberapa poin terkait rekrutmen PLRT asal Indonesia juga telah disepakati kedua pihak, seperti terkait gaji.

“Master MOU telah disepakati termasuk isu-isu kunci seperti One Maid One House, One Channel System dan gaji PDI. Pembahasan Satu Rumah Pembantu Satu telah disepakati untuk menggantikan Usulan Tugas Satu Pembantu dimana satu PDI dapat dipekerjakan untuk rumah tangga tidak lebih dari enam orang,” papar Menteri Sumber Manusia Malaysia.

“Sementara itu, Sistem Satu Saluran telah disepakati kedua belah pihak sebagai satu-satunya saluran masuknya PDI ke Malaysia,” sambungnya.

Dikatakan Murugan, pilot project rekrutmen PLRT Indonesia akan dimulai untuk 10.000 orang.

“Malaysia dan Indonesia juga telah menyepakati proyek percontohan untuk merekrut total 10.000 PDI dan diharapkan dapat dilaksanakan dalam waktu satu minggu setelah MOU ditandatangani. Pilot project ini sangat penting dan signifikan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi MOU dan selanjutnya memperbaiki kelemahan yang muncul,” terangnya.

Selain, MoU juga mengatur terkait biaya rekrutmen yang akan ditinjau secara berkala.

“Isu mengenai struktur biaya rekrutmen akan ditinjau setiap enam bulan untuk memastikan bahwa itu sejalan dengan perkembangan saat ini dengan mempertimbangkan biaya penerbangan dan karantina,” kata Murugan.

Pertemuan yang dilakukan, Senin (24/01/2022) pagi di Jakarta tersebut, Indonesia sepakat untuk mengirimkan 10.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk sektor perkebunan. 

“Ini merupakan awal dari perekrutan 32.000 TKA di sektor perkebunan dengan pengecualian khusus yang diputuskan dalam Rapat Kabinet pada 7 April 2021,” pungkas Menteri Sumber Manusia Malaysia.

(Foto:KemenakerRI)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar