Rusia Invasi Ukraina, Inggris Tak Diam

Ilustrasi Militer Rusia. (Dok. Ist)

KBRN, Jakarta: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan Rusia. Sebab, menurut Johnson, serangan Rusia terhadap Ukraina bakal menjadi bencana.

“Jika Rusia melakukan serangan apa pun ke Ukraina dalam skala apa pun, menurut saya itu akan menjadi bencana bukan hanya bagi Rusia, itu akan menjadi bencana bagi dunia,” kata Johnson dilansir dari laman Reuters, Jumat (21/1/2022).

Komentar dari Johnson itu datang saat dia berkunjung ke Taunton, Barat Daya Inggris, Kamis (20/1/2022).

“Inggris berdiri tepat di belakang kedaulatan dan integritas Ukraina,” ungkap Johnson.

Bahkan, Johnson dalam kesempatan pertemuan Kabinet juga mengatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin “tidak boleh diizinkan untuk menulis ulang aturan” hubungan internasional.

"Inggris melakukan segala yang mungkin untuk mendukung rakyat Ukraina dalam menghadapi kampanye disinformasi dari Rusia yang bertujuan merusak tetangganya yang berdaulat," kata Johnson kepada anggota Kabinet.

Tapi, dia juga tidak begitu saja menutup pintu negosiasi.

"Inggris tetap terbuka untuk negosiasi lebih lanjut dengan Rusia," kata Johnson.

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss juga telah memberikan peringatan terhadap Rusia pada awal Januari 2022.

"Setiap serangan militer Rusia ke Ukraina akan menjadi kesalahan strategis besar-besaran, dan akan menimbulkan kerugian besar," ucap Truss.

Kekuatan Inggris di belakang Ukraina semakin dipertegas Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace.

"Inggris telah memasok sistem senjata pertahanan ringan, anti-armor ke Ukraina di tengah penempatan militer Rusia di perbatasannya," ujar Wallace.

Rusia, Ukraina, dan NATO telah meningkatkan latihan militer karena ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dan Kyiv secara terbuka menuduh Moskow merencanakan invasi.

Pasukan Rusia memasuki Semenanjung Krimea pada Februari 2014, dan Putin secara resmi membagi wilayah itu menjadi dua wilayah federal terpisah dari Federasi Rusia pada bulan berikutnya.

Menurut PBB, pertempuran antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia di wilayah Donbass, Timur Ukraina telah menewaskan lebih dari 13.000 orang sejak tahun 2014.

Wilayah tersebut adalah salah satu dari beberapa sumber gesekan antara Rusia dan Ukraina.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar