Tsunami Tonga, Kondisi Lima WNI Belum DIketahui

Foto: Handout

KBRN, Jakarta: Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu, Judha Nugraha menyatakan ada lima warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Ibu Kota Tonga, Nuku’alofa, ketika gunung berapi bawah laut, Gunung Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai meletus pada Sabtu (15/1/2022) sore.

"KBRI berupaya mengontak lima WNI yang ada di Tonga, komunikasi belum berhasil, namun saat kejadian satu WNI berhasil dikontak dan menyatakan sedang mengevakuasi WNI lain di hari kejadian, saat kami kontak kembali belum bisa dilakukan," ungkapnya dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Selasa (18/1/2022). 

Menurutnya, total WNI ada lima orang yang tercatat di KBRI Wellington. Berdasarkan informasi pemerintah Selandia Baru, belum ada laporan jatuhnya korban jiwa akibat tsunami maupun Gunung Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai. 

Seluruh WNI yang ada di wilayah akreditasi KBRI Wellington telah diminta waspada. 

“KBRI Wellington terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak di Selandia Baru dan Tonga untuk mengetahui kondisi para WNI di Tonga,” ungkap Judha.

Saat ini, menurutnya pemerintah Selandia Baru, baru dapat mengirimkan pesawat observasi dan masih menunggu hasilnya.

"Pertama kita menyampaikan imbauan di wilayah Pasifik untuk waspada," tambahnya.

Pihaknya pun melakukan upaya dengan menghubungi keluarga WNI dan memantaunya.

"Kami akan menjajaki upaya bantuan yang diperlukan mereka," pungkasnya.  (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar