Taiwan Siap Perang Militer Menghadapi China

Menteri Luar Negeri (Menlu) Taiwan Joseph Wu. (Dok. Ist/Aljazeera).

KBRN, Jakarta: Pemerintah Taiwan menyatakan, telah mempersiapkan diri untuk melawan invasi besar yang akan dilakukan China. 

Sebab, kata dia, ancaman Beijing untuk melakukan invasi sangat serius. Pesawat tempur China juga telah diketahui ratusan kali memasuki zona pertahanan udara Taiwan dalam beberapa bulan terakhir.

"China sangat serius dan Taiwan perlu bersiap untuk kemungkinan aksi militer China, apakah itu invasi habis-habisan, atau pertempuran kecil dengan militer kami," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Taiwan Joseph Wu kepada France24, Kamis (16/1/2022).

Dia juga kemudian menegaskan, China tidak dapat dipercaya ketika mengklaim Taiwan merupakan wilayahnya, dan akan dipimpin di bawah model "satu negara, dua sistem".

"Sistem ini telah menunjukkan kegagalannya (China, red) di Hong Kong," kata Wu.

Bahkan, untuk melawan pandangan Beijing ini, Wu menyambut pembukaan perwakilannya di Lithuania dengan nama "Taiwan" dan bukan "Taipei" seperti biasanya.

Ini merupakan langkah pemerintah wilayah Pulau Formosa itu dalam mengubah persepsi mengenai eksistensi Taiwan.

Sementara itu, isu mengenai invasi China ini pernah diangkat oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Taiwan,  Chiu Kuo-cheng, pada November 2021 lalu.

Menteri yang berasal dari latar belakang militer itu memprediksi sinyal invasi terjadi pada 2025 mendatang. 

"Saat ini, PLA (tentara China) mampu melakukan blokade bersama lokal terhadap pelabuhan kritis, bandara, dan rute penerbangan keluar kami, untuk memutus jalur komunikasi udara dan laut kami dan berdampak pada aliran pasokan militer dan sumber daya logistik kami," papar kementerian itu dilansir dari laman Channel News Asia.

China hingga saat ini mengklaim Taiwan merupakan wilayah integral dari kedaulatan mereka.

Presiden China Xi Jinping terus bertekad untuk merebut kembali wilayah kepulauan di Pasifik itu.

Selain itu, juga diikuti oleh pengembangan militer China yang masif.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar