Hamil Tua, WNA Somalia Ditolak Masuk Indonesia

Soasana Bandara Soekarno Hatta saat WNA Somalia tiba di Indonesia

KBRN, Tangerang: Warga Negara Asing asal Somalia berinisial IA (25) ditolak masuk Indonesia setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta , Tangerang. 

Wanita yang tengah hamil 9 bulan untuk mencari suaka itu tiba pada 9 Januari 2022 menggunakan maskapai Emirates Airways dengan nomor penerbangan EK 356. Selanjutnya, dia dipulangkan ke negara asalnya oleh Emirates pada 13 Januari 2022. 

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia (AII), Usman Hamid mengatakan, WNA asal Somalia itu sempat ditahan pihak Imigrasi dan berdasarkan informasi yang diterimanya, pengungsi tersebut terlihat tidak sehat dan mengalami pembengkakan dibadannya. 

Selain itu, sambung Usman, pengungsi itu juga merasa khawatir karena tidak lagi bisa merasakan pergerakan janinnya. Dia sudah mulai merasakan nyeri persalinan, namun tak kunjung diberi akses ke rumah sakit oleh petugas imigrasi. 

Di sisi lain, lanjutnya, organisasi internasional yang memiliki mandat untuk mengurus pengungsi juga belum diberikan akses untuk bertemu dengan pengungsi tersebut dan melakukan verifikasi langsung. 

Padahal, kata dia, perempuan itu sebelumnya sudah resmi terdaftar sebagai pencari suaka di Indonesia sejak 2016. Dia meninggalkan Somaliland karena kondisi di sana yang tidak stabil. "Dia juga adalah seorang penyintas kekerasan seksual," ucap Usman kepada rri.co.id, Sabtu (15/1/2022). 

Ia mengingatkan, Pasal 14 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menjamin hak setiap orang untuk mencari suaka di negara lain untuk menghindari persekusi. 

Selain itu, Pasal 11 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (ICESCR) menjamin hak setiap orang atas standar penghidupan yang layak. Lalu pada Pasal 12 kovenan tersebut juga menjamin hak setiap orang untuk menikmati standar tertinggi kesehatan yang dapat dicapai, baik jasmani maupun rohani. 

"Tidak hanya itu, hukum internasional juga telah mengatur adanya prinsip non-refoulement, yang sebagai bagian dari hukum kebiasaan internasional, mengatur bahwa negara tidak boleh mengirim para pengungsi dan pencari suaka ke tempat di mana nyawa mereka terancam," tuturnya. 

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim) Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soetta, Habiburahman, menyatakan pihaknya akan mengecek informasi yang disampaikan oleh Amnesty tersebut. 

"Kami lagi berkoordinasi dengan Bidang TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Red) untuk mendapatkan informasi terkait hal tersebut. Sekaligus untuk mengklarifikasi dengan kejadian yang sebenarnya di lapangan," ucap Habiburahman. 

Sementara itu, Badan PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) membenarkan insiden perempuan Somalia yang hamil tua dideportasi oleh petugas imigrasi Bandara Soekarno Hatta. 

Selain itu, pihak UNHCR mengakui tak mendapatkan akses untuk pengungsi yang menjadi korban, meski telah meminta akses kepada otoritas yang bersangkutan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar