Korban Tewas Kerusuhan Kazakhstan 225 Orang

Penegak hukum Kazakh berkumpul di lapangan selama aksi protes menentang naiknya harga LPG menyusul keputusan otoritas Kazakh untuk mencabut batas harga bahan bakar gas cair di Almaty, Kazakhstan, Rabu (5/1/2022). (ANTARA)

KBRN, Almaty: Jenazah 225 orang yang tewas dalam kerusuhan di Kazakhstan pekan lalu, termasuk 19 anggota pasukan keamanan, dikirim ke kamar mayat di seluruh negeri, menurut kantor kejaksaan, Sabtu (15/1/2022).

Angka itu termasuk warga sipil dan "bandit" bersenjata yang dibunuh oleh pasukan keamanan, menurut Serik Shalabayev, kepala penuntutan pidana di kantor kejaksaan, dalam sebuah pengarahan.

Dia tidak memberikan rincian angka yang tepat dan mengatakan angka dapat diperbarui nanti.

Protes dengan kekerasan berlangsung di negara penghasil minyak Asia Tengah bulan ini setelah terjadi lonjakan harga bahan bakar mobil. Jumlah korban yang diberikan oleh Shalabayev menegaskan kekerasan itu adalah yang paling mematikan dalam sejarah negara itu pasca-Soviet, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/1/2022).

Shalabayev mengatakan 50.000 orang bergabung dengan kerusuhan di seluruh bekas republik Soviet pada puncaknya pada 5 Januari ketika massa menyerbu dan membakar gedung-gedung pemerintah, mobil, bank dan toko-toko di beberapa kota besar.

Presiden Kassym-Jomart Tokayev meminta bantuan blok militer pimpinan Rusia selama kerusuhan dan mengesampingkan mantan pelindung dan pendahulunya Nursultan Nazarbayev dengan mengambil alih dewan keamanan nasional.

Setelah keluhan tentang pemukulan dan penyiksaan terhadap mereka yang ditahan setelahnya, Tokayev memerintahkan polisi pada hari Sabtu untuk menghindari pelanggaran dan mengatakan kepada jaksa untuk bersikap lunak kepada mereka yang tidak melakukan kejahatan berat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar