FOKUS: #CORONA

Hong Kong Tutup Pintu untuk Ratusan Negara

Ilustrasi Bandara Internasional Hong Kong. (Dok. Ist)

KBRN, Jakarta: Bandara Internasional Hong Kong menyatakan, melarang setidaknya 153 negara untuk transit sejak Jumat (14/1/2022).

Itu adalah langkah terbaru Hong Kong dalam menekan laju penularan Covid-19 seperti dilansir dari laman Reuters, Sabtu (15/1/2022).

Penumpang yang pernah berkunjung ke negara-negara tersebut dalam 21 hari terakhir menjadi sasaran pelarangan.

Termasuk, di antara mereka adalah orang yang pernah berkunjung ke Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Larangan berlaku, pada 16 Januari-15 Februari 2022.

Larangan dikeluarkan seiring pergulatan Hong Kong dalam mengatasi omikron.

Sebagian besar kasus dilacak terkait dua awak pesawat Cathay Pacific.

Keduanya melanggar aturan karantina. Mereka bahkan sempat makan di restoran dan pergi ke bar sebelum diketahui positif.

Lebih dari 50 kasus penularan lokal dilaporkan di Hong Kong, terhitung sejak akhir 2021. Sebelumnya, Hong Kong bebas kasus baru selama tiga bulan.

Sementara itu, risiko resesi membayangi Jerman. Negara dengan perekonomian terbesar di Eropa itu telah mengalami kontraksi pada ak hir 2021.

Mereka juga mengalami gun cangan pada awal tahun ini, di tengah penyebaran varian omikron yang membatasi orang untuk belanja dan bepergian.

Pasokan bahan baku mentah yang terhambat juga meng akibatkan industri manufaktur ter hambat.

Filipina diperkirakan, bakal mengeluarkan perintah yang memungkinkan aparat desa mendatangi rumah warga, dari pintu ke pintu untuk mencatat status vaksinasi warga.

Pemerintah juga diperkirakan akan membatasi pergerakan warga hingga akhir Januari, setelah kasus Covid- 19 melejit.

Pekan lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperingatkan, ia akan memerintahkan penahanan orang yang belum divaksin.

Eropa memperketat aturan pe makaian masker.

Di Italia, misalnya, semula soal bermasker atau tidak menjadi bahan perdebatan. Namun, sejak Natal lalu, mereka memperketat pemakaian masker FFP2 di tempat umum, seperti transportasi umum, teater, bioskop, atau ajang olahraga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar