Dunia Intensifkan Pencegahan Varian Omicron

KBRN, Jakarta : Ditemukannya varian Omicron baru-baru ini, menambah daftar mutasi COVID-19.

Hingga Jumat (03/12/2021) terkonfirmasi varian Omicron telah ditemukan di 30 negara.

Varian Omicron sendiri disebut-sebut menular lima kali cepat dari varian Delta.

Di Amerika Serikat kasus varian Omicron ditemukan di California, Kamis (02/12/2021).

Presiden Joe Biden mengatakan, pihaknya berjanji akan menangani kasus Omicron dengan mengedepankan sains serta kecepatan, guna menghindari kembali diterapkan penguncian di tengah musim dingin.

“Itu tidak termasuk penutupan atau penguncian tetapi vaksinasi dan booster yang meluas dan pengujian lebih banyak lagi,” ujar Biden pada konferensi pers dikutip RRI.co.id, Jumat (03/12/2021).

Varian Omicron pertama kali disebutkan ditemukan di Botswana dan Afrika Selatan.

Namun, otoritas kesehatan Belanda pada awal Desember menyebut varian Omicron teridentifikasi dalam dua sampel uji pada 19 dan 23 November, sebelum varian itu pertama kali dilaporkan oleh Afrika Selatan.

Direktur Eksekutif Badan Obat Uni Eropa Emer Cooke menyebut, penting untuk mempercepat program vaksinasi termasuk pemberian vaksin booster.

“Saya rasa penting bagi kita untuk melanjutkan memberikan pesan, vaksinasi yang ada saat ini dengan menyediakan perlindungan dan kita perlu untuk memastikan mereka yang berhak untuk mendapatkan boosting bisa mendapatkan dosis vaksin booster. Pada saat yang bersamaan kita perlu mempersiapkan dalam hal jika ada perubahan terhadap vaksin yang ada saat ini,” papar Cooke.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyatakan kecewa dengan keputusan sejumlah negara yang melarang perjalanan dari beberapa negara di Afrika Selatan, sebagai dampak ditemukannya varian Omicron.

Ramaphosa menegaskan, larangan tersebut menyimpang dari komitmen pada pertemuan G20 di Roma Oktober lalu.

“Ini jelas dan sama sekali tidak dapat dibenarkan menyimpang dari komitmen yang dibuat banyak negara ini pada pertemuan negara-negara G20 di Roma bulan lalu. Ketika di sana mereka berjanji untuk memulai kembali perjalanan internasional. Itu harus dilakukan dengan cara yang aman dan tertib internasional sesuai dengan seperti WHO, organisasi penerbangan sipil internasional, organisasi maritim internasional dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD),” tegas Ramaphosa.

Virus Corona varian Omicron disebut telah masuk ke 30 negara. Meski, kasusnya belum ditemui di tanah air, namun sejumlah langkah dinilai penting untuk dilakukan sebagai pencegahan.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin melalui Juru Bicara Masduki Baidlowi mengatakan, diperlukan kehati-hatian ekstra dalam menanggapi varian yang disebut memiliki tingkat penularan hingga lima kali dari varian Delta itu, seperti dengan penjagaan intensif di berbagai pintu masuk.

“Apalagi dalam konteks varian baru ini kita juga pasti sangat ekstra hati-hati. Wapres selalu  mengingatkan menjaga dari setiap pintu masuk ke wilayah Indonesia. Apakah pintu udara maupun pintu laut. Dan, itu sudah disanggupi baik oleh BIN oleh kepolisian, kantor Imigrasi. Saya kira cukup Sigap lah pihak aparat keamanan,” ungkap Masduki Baidlowi dalam pertemuan di Jakarta, Jumat (03/12/2021).

Di tengah kekhawatiran akan masuknya varian Omicron, pemerintah Indonesia menegaskan program vaksinasi tetap menjadi prioritas.

Pemerintah Indonesia mengumumkan penerapan kebijakan baru terhadap WNI maupun WNA yang melakukan perjalanan dari luar negeri, untuk melakukan karantina selama 10 hari terhitung 3 Desember 2021.

Penemuan kasus varian Omicron di 30 negara diantaranya di Australia, Austria, Botswana, Hongkong serta Papua Nugini.

Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus varian B.1.1.529 dengan nama Omicron sejak tanggal 26 November 2021. (Foto : Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar