53.945 Kasus COVID-19 Inggris, Tertinggi Sejak Juli

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengunjungi pusat vaksinasi Woodgrange GP Surgery ditengah pemeberian vaksin virus corona (COVID-19) bagi warga, di London, Inggris, Senin (15/11/2021). (ANTARA)

KBRN, London: Inggris mencatat 53.945 kasus COVID-19 baru pada hari Kamis (2/12/2021), angka harian tertinggi sejak 17 Juli, menurut angka yang ditunjukkan pemerintah, saat varian dominan Delta menyebar dan muncul langkah-langkah mengekang varian Omicron yang menjadi perhatian.

Kasus naik 2,8% selama tujuh hari terakhir dibandingkan dengan minggu sebelumnya, meskipun kematian turun 3% selama rentang waktu yang sama.

Ada 141 kematian lebih lanjut dalam 28 hari setelah tes virus corona positif yang tercatat pada Kamis, turun dari 171 sehari sebelumnya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/12/2021).

Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan bahwa kasus tertinggi terjadi pada mereka yang berusia 5 hingga 9 tahun, bukti bahwa kasus kembali meningkat di sekolah setelah sempat menurun selama setengah semester sebulan yang lalu.

Kasus terendah di atas usia 80-an, yang termasuk yang paling rentan dari COVID-19 dan juga telah diprioritaskan untuk suntikan penguat.

"Saat kami mengamati varian Omicron yang muncul, varian Delta terus beredar pada tingkat tinggi di semua rentang usia," kata Steven Riley, Direktur Jenderal Data, Analisis, dan Pengawasan di UKHSA.

Perdana Menteri Boris Johnson, yang menerima suntikan penguat pada hari Kamis, mencabut pembatasan COVID-19 di Inggris pada bulan Juli, dan berusaha untuk bertahan di musim dingin dengan mengandalkan dosis vaksin penguat ketimbang penguncian.

Namun, ia telah menerapkan kembali wajib pemakaian masker di toko-toko dan transportasi karena khawatir dengan varian Omicron.

Sudah ada 32 kasus Omicron yang dikonfirmasi sejauh ini, dan Johnson juga telah menerapkan pembatasan perjalanan untuk memperlambat penyebarannya sementara upaya masih dilakukan untuk memahami implikasi penuh dari varian tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar