Cara Singapura Dalam Menangani Suspek Varian Omicron

Foto: MNC Media

KBRN, Jakarta: Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung menyampaikan pihaknya segera menyiapkan antisipasi untuk menangani pasien Covid-19 varian Omicron. 

Menurutnya, suspek varian Omicron di Singapura tak boleh dirawat di rumah. Nantinya, mereka akan diisolasi di Pusat Nasional Singapura untuk Penyakit Menular (NCID) sampai dipastikan jika virus mereka tak lagi menularkan. 

Melansir Strait Times, para suspek varian Omicron harus menjalani pengujian berulang untuk memastikan kemampuan penularan virus tersebut. 

Selain pengujian, pelacakan total juga akan dilakukan bagi orang yang terdeteksi kasus Omicron. Kontak erat suspek varian Omicron juga wajib menjalani karantina selama sepuluh hari di fasilitas khusus. 

Pemerintah Singapura juga akan melakukan tes PCR di awal dan akhir karantina. Tes tersebut juga akan difokuskan untuk mendeteksi varian Omicron dengan cara sekuensi genetik. 

Ong juga menyampaikan jika ada teknologi baru untuk PCR yang dapat menunjukkan  seseorang terinfeksi varian Omicron. Teknologi tersebut dibuat oleh Firma Bioteknologi ThermoFisher. 

Teknologi tersebut, kata Ong, akan diprioritaskan untuk turis. 

"Kita akan memiliki dua varian berbeda, dua set protokol kesehatan yang berbeda. Satu set untuk Delta, satu set lagi untuk Omicron, dan cara untuk membedakan keduanya ialah dengan tes PCR dari ThermoFisher," tutup Ong.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar