Kedubes Inggris Luncurkan Program ESSENCE, Begini Penjelasannya

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins. (Dok. Istimewa/SS)

KBRN, Jakarta: Di tengah tantangan globalisasi dengan percepatan transformasi digital, Kedutaan Besar Inggris akhirnya meluncurkan program pemberdayaan perempuan remaja dan penyandang disabilitas untuk mengakses ekonomi digital. 

"Kami berharap Inggris dapat mendukung transformasi digital Indonesia melalui program seperti ESSENCE. Program ini dirancang untuk membekali para penerima manfaat dengan dasar-dasar literasi digital, sehingga mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menciptakan penghidupan yang lebih baik bagi diri mereka sendiri, keluarga mereka, dan masyarakat," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins dalam keterangan resmi secara daring yang dikutip RRI.co.id, Rabu (24/11/2021). 

Owen menyebut, ESSENCE adalah salah satu dari banyak program yang telah dijalankan oleh Kedubes Inggris sejak Maret 2020 untuk mendukung start-up, sektor teknologi, pengusaha, dan bisnis mikro Indonesia.  

Menurut Owen, layaknya masyarakat menyesuaikan diri dengan New Normal, bisnis pun perlu penyesuaian seperti itu. 

“Bisnis, seperti kita semua, harus menyesuaikan diri dengan New Normal. Memberdayakan komunitas terpencil, perempuan dan kelompok terpinggirkan untuk berpartisipasi penuh dalam ekonomi digital bukan hanya hal yang benar untuk dilakukan, tetapi salah satu langkah terbaik yang dapat diambil untuk mengurangi kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan bagi semua," lanjut Owen. 

Dengan adanya program ini, Owen berharap persahabatan dan perdagangan antara Indonesia dan Inggris dapat diperkuat dalam waktu jangka panjang.  

Peluncuran program ini dinamai ESSENCE, oleh Kedutaan Besar Inggris Jakarta melalui UK-Indonesia Tech Hub.

Tujuan dari program ESSENCE adalah memberdayakan perempuan, anak muda dan masyarakat Indonesia yang terpinggirkan serta komunitas rentan (termasuk penyandang disabilitas, dan komunitas HIV) untuk mengakses ekonomi digital, dan untuk memulai bisnis mereka sendiri.

Diketahui, lebih dari 1.000 orang dari Manado, Palu, Bali, Mandalika, Lombok, Pulau Timor, Sumba, Kupang, Ambon dan Papua, terpilih untuk mengikuti program pelatihan daring selama 4 minggu. 

Pelatihan itu akan membahas mengenai literasi digital, keterampilan bisnis dan kewirausahaan secara daring, dan pelatihan secara offline di Kupang, Lombok, atau Manado. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00