Resor Ski di Prancis Kembali Sambut Wisatawan

Foto: ist

KBRN, Jakarta: Resor ski di pegunungan salju Prancis mulai dibuka untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19.

Val Thorens, resor olahraga musim dingin tertinggi di Eropa pada ketinggian 2.300 meter dan sangat populer di kalangan warga Inggris, adalah resor di Alpen Prancis pertama yang mengizinkan pemain ski kembali ke lift dan lereng.

"Luar biasa, kami pengunjung yang pertama," kata seorang pemain ski yang menjajal lereng pegunungan salju bersama sekelompok teman, seperti mengutip AFP dari CNN, Selasa (23/11/2021). 

Sekitar 10 ribu orang turun ke lereng pada hari Sabtu, dengan salju dalam kondisi baik dan cuaca yang baik.

Prancis adalah destinasi ski paling populer ketiga di dunia, setelah di Amerika Serikat dan Austria, sehingga menjadi sumber cuan bagi penduduk sekitarnya.

"Tahun ini akan menjadi penting bagi kami, bahkan krusial," kata Olivier Simonin, penanggung jawab lift ski di Val d'Isere yang akan dibuka Sabtu depan.

Tahun lalu, wisata musim dingin di resor ski Prancis hampir tidak mungkin dilakukan, karena akses lift ski ditutup demi mencegah penyebaran virus corona.

Hotel diizinkan untuk dibuka dan kegiatan musim dingin lainnya, seperti snow-shoeing dan ski lintas alam, diizinkan, tetapi terbatasnya operasional ski lereng menyebabkan penurunan pendapatan.

"Kami sangat senang dapat memulai kembali lift ski dan kembali melakukan pekerjaan kami 100 persen," kata anggota patroli ski Val Thorens Emmanuel Laissus kepada AFP.

Aturan berkunjung pada pemain ski yang terkait dengan Covid-19 relatif longgar di resor, namun masker masih wajib dipakai dalam antrean dan selama berada di lift gondola.

Tetapi pemerintah telah memperingatkan bahwa pihaknya telah memperketat aturan, terutama dengan mewajibkan kartu kesehatan, jika kasus Covid-19 meningkat dengan kuat.

Kartu kesehatan, yang diperlukan di restoran Prancis, kafe, dan banyak tempat budaya, menyatakan bahwa seseorang telah sepenuhnya divaksinasi, baru saja pulih dari Covid-19, atau telah dites negatif untuk virus tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00