500 Pebisnis Partisipasi Forum Bisnis INALAC

KBRN, Jakarta: Forum Bisnis Indonesia dan Amerika Latin-Karibia (INALAC) ketiga resmi dibuka Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi secara daring, Kamis (14/10/2021). 

Tahun ini merupakan kali kedua, perhelatan yang akan berlangsung selama dua hari itu diselenggarakan secara daring karena adanya pandemi COVID-19. 

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu RI Ngurah Swajaya menyebut, forum bisnis diikuti oleh 500 peserta. 

“Lebih dari 500 peserta dari sektor bisnis, serta pembuat kebijakan, dari Indonesia dan Amerika Latin dan Karibia, terdaftar untuk acara ini san begitu untuk pula pada platform digital. Semoga acara selama dua hari ini tidak hanya mempererat jaringan. Tetapi juga menciptakan kesepakatan bisnis yang konkrit. Tidak hanya selama acara, tetapi juga di tahun-tahun mendatang,” ungkap Ngurah Swajaya.

Tahun ini penyelenggaraan forum bisnis dirangkaikan dengan peluncuran platform INA-ACCSESS, yang memberikan ruang kepada para pebisnis dari kedua wilayah untuk bisa berinteraksi langsung. 

“Dalam platform itu kami juga menawarkan lebih dari 130 proyek Investasi, yang bukan “proyek hijau”, tetapi juga “ladang coklat” yang siap untuk diinvestasikan dan diselesaikan dengan semakin banyak proyek, yang akan dikuratori oleh Kementerian Investasi serta Bank Sentral Indonesia,” papar Ngurah Swajaya lagi. 

Duta Besar Kolombia di Indonesia Juan Camilo Valencia menyambut baik pemanfaatan ruang digital, selama penyelenggaraan forum bisnis INALAC dalam dua tahun terakhir.

“Ini adalah sebuah pengalaman yang menakjubkan yang semua orang harus bisa juga memanfaatkannya, untuk juga bisa membuat ruang digital yangmana perusahaan serta wirausahawan dari seluruh negara bisa bertemu dan berbisnis,” ujar Juan Camilo Valencia. 

Di hadapan ratusan peserta forum bisnis, Menlu Retno Marsudi memaparkan, Indonesia memiliki ribuan start-up, sebagai bentuk kemajuan di bidang teknologi. 

“Di Indonesia hal ini tercermin dengan memiliki lebih dari 2000 start-up, termasuk 5 unicorn dan satu decacorn. McKinsey bahkan berspekulasi bahwa setidaknya 10 unicorn lagi akan muncul dalam dekade berikutnya,” ucap Retno Marsudi.

Menlu RI menilai, Indonesia dan Amerika Latin-Karibia perlu menjajaki langkah serius menuju pembukaan kembali perbatasan yang aman, untuk memfasilitasi pengaturan koridor perjalanan bisnis yang penting dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Dalam jangka panjang kita bisa memperluas koridor serupa menuju destinasi pariwisata. Untuk mencapai hal tersebut perlu dijajaki saling pengakuan sertifikat vaksin antara Indonesia dengan negara-negara di Amerika Latin dan Karibia,” terang Menlu RI. 

Perdagangan Indonesia dengan Amerika Latin dan Karibia bergerak dalam lintasan yang positif. Yakni, pada 2020 total perdagangan Indonesia dengan kawasan ini mencapai USD 8,25 miliar. Dimana terjadi peningkatan 6,45% dari USD 7,75 miliar pada 2019. (Foto : SS Retno Mandasari)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00