Buka 18 Negara, Soetta Tak Rubah Aturan

KBRN, Tangerang: Pemerintah pusat sudah membolehkan sebanyak 18 negara untuk dapat terbang masuk ke Indonesia. 

Tentu saja hal itu akan sangat berpengaruh pada penerbangan yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta sebagai gerbang internasional Indonesia. 

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno Hatta, Darmawali Handoko menjelaskan, pihaknya tetap akan mengacu pada Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 18 tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19. 

"Bahwa setiap negara bisa masuk asal sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan imigrasi yaitu ketentuan tentang kependudukannya," ujar Handoko kepada rri.co.id, di kantornya, Rabu (13/9/2021). 

Aturannya sampai saat ini, menurut dia pun masih sama. Yakni, penumpang internasional wajib melakukan swab PCR sebanyak dua kali dan dilakukan karantina selama delapan hari. 

"Wajib dilakukan dua kali swab (PCR, Red) dan sampai saat ini surat edaran yang masih ada yaitu delapa hari karantina," ucap Handoko. 

Kendati demikian, pihaknya belum bisa membeberkan 18 negara yang diperbolehkan masuk ke Indonesia. 

"Kita ikuti instruksinya dari Menkomarves, kita liat perkembangannya nanti kita tunggu secara edaran tertulisnya bagaimana," singkatnya. 

Sementara, pergerakan penumpang rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta  diprediksi menurun mulai pekan ini. 

Sebab, Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali membuka penerbangan Internasional mulai Kamis (14/10/2021) besok. 

Senior Manager of Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II, M Holik Muardi mengatakan, dibukanya kembali rute internasional dari dan ke Bandara Ngurah Rai akan mempengaruhi pergerakan penumpang dan penerbangan. 

"Bandara Ngurah Rai akan dibuka untuk penerbangan internasional pada tanggal 14 Oktober dan tentunya ini juga berpengaruh. Karena sekarang kami ada beberapa (penerbangan, Red) yang langsung dari dan ke Bali," kata Holik. 

Sementara, Muwardi menjelaskan, hingga saat ini rata-rata pergerakan penumpang mencapai 50 ribu pada hari biasa (weekday). 

"Jadi di bulan ini Oktober kalau kita mengamati, untuk penumpang saat ini di  weekday umumnya ada di sekitar 40-50ribu penumpang perharinya," jelas Holik. 

Sementara, dirinya mengakui setiap akhir pekan atau weekend jumlah penumpang di bandar udara terbesar di Indonesia itu lebih banyak dari hari biasa. Pasalnya, setiap akhir pekan angka tertinggi bisa sampai 60 ribu penumpang. 

"Weekend kalau kita amati itu sekitar 50-60 ribu penumpang perharinya. Tapi kembali, data itu fluktuatif," sambung Holik. 

Begitu pun dengan jumlah penerbangan pesawat di Bandara Soekarno Hatta yang mengalami lonjakan pada Oktober 2021. 

Menurut Holik, pergerakan pesawat di Bandara Soekarno Hatta perharinya mencapai 450-550 penerbangan. 

Seperti diketahui, terpuruknya jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta terjadi pada awal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada bulan Juli 2021. 

"Kalau di bulan Juli saat PPKM darurat itu penumpang 11-13ribu perhari, di bulan Oktober 50-60ribu," tutur Holik. 

Meski begitu, Holik mengaku pihaknya semakin memperketat penerapan protokol kesehatan di bandara tersibuk se-Indonesia itu. 

Sebab, semakin banyak penumpang di bandara, petugas di lapangan termasuk Satgas pencegahan Covid-19. 

Mengingatkan kepada calon penumpang untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Termasuk mempersiapkan syarat dokumen penerbangan sebelum penumpang diperbolehkan naik ke atas pesawat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00