Presidensi G20 Indonesia Dimulai 1 Desember 2021

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Febrian Ruddyard dalam “Media Gathering” yang berlangsung hybrid di Jakarta, Selasa, 12 Oktober 2021 (Retno Mandasari/RRI)

KBRN, Jakarta : Pertama kali dalam sejarah, Indonesia terpilih menjadi Presiden G20 untuk periode Tahun 2022.

Indonesia akan melanjutkan Presidensi G20 setelah Italia, yang sebelumnya dijabat oleh Arab Saudi pada 2019 lalu.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Febrian Ruddyard mengatakan, Indonesia akan memulai Presidensinya di G20 pada 1 Desember mendatang.

“Penyerahan Presidensi dari Italia ke Indonesia akan dilakukan pada akhir Oktober. Per 1 Desember 2021 dan presidensi Indonesia dimulai,” ungkap Febrian ketika menghadiri “Media Gathering” yang berlangsung hybrid di Jakarta, dikutip RRI.co.id, Selasa (12/10/2021).

Febrian menyebut, dengan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia memastikan mengedepankan inklusifitas selama presidensi di G20.

“Semangat ini juga kita tunjukkan ditingkat nasional agar dampak G20, diharapkan bisa dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia hingga di tingkat grassroot. Jadi, G20 ini bukan sifatnya elitis, tapi manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat hingga di grassroot,” tegasnya.

Selama mengemban Presidensi G20, Indonesia juga akan menyuarakan kepentingan yang menjadi perhatian di negara-negara berkembang.

“Melalui forum ini kita akan memperjuangkan kepentingan nasional, sekaligus menyuarakan concern negara berkembang lainnya,” ucap Febrian Ruddyard.

Direktur Pembangunan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup, Hari Prabowo mengatakan, sebagai upaya “membumikan” Presidensi G20 Indonesia kepada rakyat dalam negeri, berbagai program telah disiapkan dengan menyasar langsung masyarakat luas.

“Misalnya Digital Economy Working Group, sehingga nanti program-programnya akan bisa lebih jauh action oriented. Kita juga akan dorong UMKM, pemberdayaan perempuan nanti akan ada Special Ministerials Meeting On Women Empowerment. Kemudian, soal penyandang disabilitas termasuk peranan mereka dalam pekerjaan dan sebagainya,” papar Hari Prabowo.

Selain itu, disebarnya penyelenggaraan program-program ke berbagai wilayah, juga diklaim turut menjadi upaya “membumikan” Presidensi G20 Indonesia.

“Untuk membumikan G20 ini salah satunya dengan menyebar ke berbagai wilayah dan kota di Indonesia. Sehingga, masing-masing bisa mendapatkan manfaat ekonomi, baik dari sisi hotel, restoran, dan sebagainya,” pungkas Hari Prabowo.

Akan ada 127 pertemuan yang diselenggarakan secara hybrid yaitu fisik maupun daring, selama presidensi G20 Indonesia pada 2022.

Setidaknya terdapat tiga hal yang menjadi visi Indonesia dalam presidensinya di G20 tahun depan.

Yaitu, untuk pemulihan krisis global yang inklusif dan berkelanjutan, refleksi kepercayaan internasional atas kepemimpinan Indonesia, serta amanah dan tanggung jawab untuk memimpin dunia di masa sulit. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00