Indonesia Menggaet Pasar Eropa Timur dan Tengah

Pemudi berjalan di Rinpoche Bagsha Datsan di Ulan-Ude, republik Buryatia, Russia, Kamis (16/9/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Maxim Shemetov/RWA/djo

KBRN, Jakarta: Pandemi COVID-19 tidak menghentikan Indonesia, untuk memperluas kerja sama perdagangan dengan negara-negara sahabat.

Pasar Eropa Timur dan Eropa Tengah menjadi sasaran baru Indonesia, dalam menggencarkan diplomasi ekonomi melalui forum bisnis Indonesia-Central&Eastern Europe (INACEE), yang akan diselenggarakan 7 Oktober mendatang.

Sebanyak 19 negara di kawasan Eropa Timur dan Eropa Tengah akan bergabung dalam pertemuan yang diselenggarakan pertama kalinya dengan mengusung tema “Doing Business with Indonesia : Asia’s Economic Powerhouse”.

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI I Gede Ngurah Swajaya mengatakan, penyelenggaraan INACEE yang diselenggarakan secara daring tersebut, memiliki potensi besar untuk kerja sama ekonomi dan perdagangan jika merujuk pada jumlah penduduk di kedua wilayah itu.

“Jumlah negara di Eropa Tengah dan Eropa Timur ada 19 negara. Jumlah penduduknya 406 juta jiwa,” ucap Dirjen Amerop dalam pengarahan pers secara daring, seperti dikutip RRI.co.id, Senin (20/09/2021).

I Gede menyebut, kerja sama perdagangan Indonesia – Eropa Tengah Dan Erop Timur pada 2020 selama pandemi COVID-19, terjadi penurunan meski dengan persentase yang tergolong wajar.

“2020 nilai perdagangan memang secara total mengalami penurunan, tapi menurut saya tidak secara signifikan jika dibandingkan 2019. Ekspor Indonesia ke kawasan ini mengalami penurunan total USD 3,23 miliar atau 0,9 persen penurunannya,” papar mantan Duta Besar RI untuk Singapura ini.

Selain akan dirangkaikan dengan “Seminar Business” dan “Business Matching”, INACEE juga akan memberikan informasi mengenai 130 proyek bisnis yang siap untuk diinvestasi di Indonesia.

“Nanti mereka tinggal mengidentifikasi, berminat yang mana, langsung mereka langsung berinteraksi dengan pemiliki proyek dan kita akan memfasilitasi. Termasuk juga holding hands, dalam arti memastikan kita bisa membantu agar investasi tersebut dapat terealisasikan,” terang Dirjen Amerop.

Pada forum bisnis yang baru kali pertama digelar untuk kawasan Eropa Timur dan Eropa Tengah tersebut, Indonesia akan menawarkan berbagai komoditas unggulan seperti kelapa sawit, furnitur, kopi, serta produk makanan olahan.

Direktur Eropa I Ida Bagus Made Bimantara memastikan, penyelenggaraan INACEE sebagai upaya adanya kerja sama untuk menjangkau pasar-pasar non tradisional bersama kedua wilayah di Eropa.

“Ini sebagai bagian dari tujuan kita untuk meningkatkan eskpor Indonesia maupun menarik investasi dari Indonesia. Platform digital yang disiapkan sekarang dan diperluas akan semakai memberi kemudahan sebagai UMKM maupun pelaku usaha di Indonesia menjangkau pasar-pasar terutama yang non tradisional yang kita lihat ada potensi yang sangat besar. Tapi, selama ini belum kita realisasikan secara optimal,” jelas Ida Bagus Made Bimantara.

Mitra terbesar Indonesia di kawasan Eropa Tengah dan Eropa Timur yaitu Rusia, dengan nilai kerja sama perdagangan mencapai USD 2 miliar pertahun.

Kedua negara bahkan menyepakati peningkatan nilai kerja sama perdagangan hingga USD 5 miliar pertahun.

Turki menduduki peringkat kedua sebagai mitra terbesar Indonesia di kawasan Eropa Timur dan Eropa Tengah dengan nilai perdagangan hampir USD 1,5 miliar pertahun.

Serta, disusul Ukraina di posisi ketiga dengan nilai perdagangan USD 1,1 miliar pertahun. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00