RI-AS Tertarik Kerja Sama Pengembangan Vaksin COVID-19

KBRN, Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan kunjungan kerja ke Washingto,D.C., Amerika Serikat (AS) pada 2 - 5 Agustus, untuk memenuhi undangan pertemuan bilateral Menlu AS Antony Blinken serta serangkaian pertemuan dengan para mitranya.

Pertemuan bersama Menlu Blinken dirangkaikan dengan agenda utama, yaitu Dialog Strategis yang menitikberatkan peningkatan kemitraan di sejumlah sektor setelah kedua negara resmi meningkatkan status kerja sama menjadi Kemitraan Strategis pada 2015.

Seperti, peningkatan kerja sama jangka panjang di sektor kesehatan.

Menlu RI mengatakan, baik Indonesia maupun AS tertarik untuk kemungkinan kemitraan pengembangan vaksin.

"Dalam kaitan ini kita telah lakukan berbagai pertemuan dengan industri farmasi, menjajaki kemungkinan kemitraan pengembangan vaksi sampai ke alih teknologi dan manufacturing," ungkap Retno Marsudi dalam pengarahan pers Kamis (05/08/2021) secara daring.

Menurut Retno, rencana kerja sama itu masih akan menempuh pembahasan lebih lanjut.

"Tentunya apa yang kita bahas masih memerlukan tindak lanjut yang panjang," tambahnya.

Untuk kerja sama jangka pendek di sektor kesehatan misalnya, AS menyatakan berkomitmen untuk menambah dana bantuan untuk penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Penyediaan tambahan dana USD 30juta yang pengumumannya langsung dilakukan setelah pertemuan saya dengan NSA (Penasehat Keamanan Nasional-red) Jack Sullivan, dukungan obat-obatan terapeutik oleh salah satu perusahaan AS senilai USD 51.6 juta. Jika dijumlahkan menjadi USD 81,6 juta atau sekitar 1,1 Triliun Rupiah," papar Menlu RI.

Dijelaskan Menlu Retno seperti halnya Indonesia, kasus COVID-19 di AS didominasi oleh varian Delta.

"Dari diskusi dengan industri farmasi, universitas, otoritas kesehatan AS, beberapa informasi yang dapat saya sampaikan adalah varian delta sedang mendominasi penyebaran virus di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia dan di AS, lebih dari 93% kasus covid di AS adalah varian delta. Dari sumber John Hopkins university dalam 7 hari terakhir AS alami kenaikan kasus 48% dan angka kematian naik 40%. Data ini hanya menunjukkan bahwa semua negara menghadapi tantangan yang sama," ucapnya.

Sejak terjadi pandemi COVID-19 AS merupakan salah satu negara sahabat yang memberikan bantuan kesehatan kepada Indonesia.

Diantaranya, lebih dari delapan juta vaksin moderna, 1000 ventilator dan berbagai alat kesehatan.

Dialog Strategis Menlu RI-AS turut membahas mengenai berbagai peluang peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan serta situasi terkini di kawasan. (Foto : SS Retno Mandasari)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00