Pegawai Belum Lakukan Vaksin, Arab Potong Cuti

Ilustrasi (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Belum melakukan vaksinisasi Covid-19, karyawan sektor publik, swasta, hingga nirlaba di Arab dipotong masa cutinya.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya lanjutan untuk mendesak warganya untuk segera divaksinasi. Bahkan, aturan ini diterapkan setelah pemerintah setempat mengizinkan kembali karyawan untuk bekerja langsung dari kantor.

"Setiap karyawan yang belum melakukan vaksinasi Covid-19 diwajibkan tetap bekerja dari rumah sesuai kebutuhan perusahaan. Selama karyawan tersebut bekerja dari rumah, perusahaan diizinkan memotong cuti mereka jika dinilai tidak menguntungkan sampai 9 Agustus," kata Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Saudi, dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (3/7/2021).

Nantinya, cuti yang dipotong akan dikembalikan sampai karyawan tersebut menerima suntikan vaksin virus corona.

Sementara dalam aturan Kementerian SDM Saudi baru-baru ini menyatakan jika jumlah cuti karyawan sektor publik akan dikurangi dari saldo resmi mereka selama bekerja dari rumah sesuai dengan kondisi dan persyaratan yang disetujui secara hukum. 

Jadi, jika saldo cuti habis, karyawan yang masih bekerja dari rumah akan dianggap cuti tanpa dibayar. Sedangkan, karyawan yang berada di sektor swasta dan nirlaba, perusahaan akan mengizinkan para staf belum divaksin untuk mengambil cuti yang dihitung dari saldo cuti tahunan mereka. 

Namun, jika saldo cuti tahunan habis, karyawan diminta cuti tanpa dibayar. Dilansir Arab News, kontrak kerja karyawan akan dianggap ditangguhkan jika cuti tahunan melebihi 20 hari.

Sebelumnya diketahui jika Pemerintah Saudi sendiri terus melonggarkan pembatasan sosial bagi warga yang telah divaksin. 

Bahkan baru-baru ini, pemerintahan Raja Salman bahkan mulai menerima masuk turis yang sudah tuntas divaksin Covid-19 tanpa kewajiban karantina per 1 Agustus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00