Anak-anak Indonesia Wawancarai Kepala Perwakilan PBB

Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Valerie Julliand dalam serangkaian wawancara dengan 10 anak dan remaja Indonesia dalam rangka Hari Anak Nasional 2021 pekan ini (SS/Retno Mandasari/RRI)

KBRN, Jakarta: “Apakah fakta bahwa kita hanya menjelajahi 5% dari lautan menakuti Anda?”, “Pernahkah Anda menghadapi kesulitan di tempat kerja Anda karena faktor gender?” dan “Apakah menurut Anda pandemi akan segera berakhir?”.

Itu hanya tiga dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Valerie Julliand dalam serangkaian wawancara dengan 10 anak dan remaja Indonesia dalam rangka Hari Anak Nasional 2021 pekan ini.

Diterbitkan di media sosial pada 22 – 24 Juli, serial ini menawarkan kesempatan kepada anak muda untuk mengetahui lebih banyak tentang PBB dari pejabat tertinggi nya di Indonesia .

“Salah satu hal yang paling mengejutkan saya adalah betapa tidak takutnya orang-orang muda ini untuk mengungkapkan pikiran mereka dengan mengajukan pertanyaan yang cerdas dan kritis yang menyentuh inti dari apa yang dilakukan PBB,” ungkap Julliand dalam keterangan resmi yang dikutip RRI.co.id, Sabtu (24/07/2021).

Rangkaian video menampilkan anak-anak dan remaja berusia antara 7 dan 17 tahun yang mengajukan pertanyaan tentang topik yang beragam dari hobi dan kehidupan sekolah mereka hingga hak asasi pekerja rumah tangga, serta bagaimana PBB mendukung tanggapan Indonesia terhadap COVID-19.

Lima dari peserta dipilih dari jaringan Mitra Muda yang didukung UNICEF dan platform keterlibatan seluler U-Report, yang memungkinkan kaum muda di seluruh Indonesia untuk berbicara tentang isu-isu yang penting bagi mereka.

Kaum muda yang terpilih sebelumnya berpartisipasi dalam pelatihan pengembangan kapasitas tentang keterampilan hidup abad ke-21 dan memimpin inisiatif dan membuat konten yang mempromosikan hak-hak anak di komunitas mereka masing-masing.

Percakapan dengan Julliand berubah secara tak terduga.

Pengenalan seorang herpetologis akan hewan tokek peliharaannya mengarah pada diskusi tentang hubungan antara manusia dan hewan.

Dan setelah Alexis yang berusia 15 tahun bertanya tentang kekerasan berbasis gender, diskusi mereka mencerminkan tanggung jawab kita bersama untuk bertindak dalam menghadapi pelanggaran hak asasi manusia.

Dengan semua wawancara dilakukan dari jarak jauh oleh kaum muda di Aceh, Sulawesi, Manado, dan di tempat lain itupun mencerminkan hambatan yang diakibatkan oleh pandemi pada kehidupan anak-anak dan remaja Indonesia di seluruh negeri.

Banyak yang tidak bisa bersekolah selama lebih dari setahun.

“Pandemi ini sulit bagi semua orang, tetapi bahkan lebih sulit bagi orang seusia Anda,” kata Julliand menanggapi pertanyaan Raesha yang berusia 10 tahun tentang kapan pandemi akan berakhir.

“Anda, sungguh, adalah pahlawan pandemi,” ujar Julliand. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00