Pemerintah Upayakan Pemulangan 3 ABK dari Somalia

KBRN, Jakarta: Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, mengatakan, pihaknya bersama Kedutaan Besar RI (KBRI) Nairobi dan KBRI Beijing, tengah mengupayakan pemulangan tiga Anak Buah Kapal (ABK) WNI kapal Lu Qing Yuan Yu 211 di Somalia.

"Kemlu berkoordinasi dengan KBRI Nairobi dan Konsul Kehormatan RI di Somalia untuk melakukan pendekatan kepada Otoritas di Somalia. Kemlu berkoordinasi dengan KBRI Beijing untuk melakukan penelusuran perusahaan pemilik kapal," ungkap Judha dalam keterangan resmi yang dikutip RRI.co.id, Kamis (24/6/2021).

Namun, kendala ditemukan pada koordinasi KBRI Beijing dan pihak agen kapal.

"KBRI Beijing telah melakukan pendekatan kepada agen kapal di RRT dan kapten kapal untuk segera memulangkan para ABK WNI, namun keduanya tidak kooperatif," terang Judha.

Menurut Judha pihaknya telah menghubungi PT penyalur ABK yaitu PT RCA dan PT NAM, namun tidak ada respon dari keduanya.

"PT NAM saat ini sedang menjalani proses hukum di Tanjung Pinang. Kemlu berkoordinasi dengan BP2MI untuk penelusuran PT Penyalur dan meminta tanggung jawab PT Penyalur," jelasnya.

Judha memastikan upaya pemulangan ketiga ABK WNI dari Somalia tetap dilakukan di tengah pandemi COVID-19.

"Di tengah-tengah pandemi COVID-19, di mana terdapat tantangan pembatasan pergerakan dan minimnya ketersediaan penerbangan, Kemlu bersama Perwakilan RI akan terus mengupayakan pemulangan segera para ABK dengan mengedepankan tanggung jawab pihak-pihak terkait," jelas Judha.

"Melakukan komunikasi dan family engagement terhadap keluarga ABK WNI utk menyampaikan perkembangan penanganan kasus," tambahnya.

Pada Maret 2021 Dit. PWNI dan BHI telah menerima pengaduan dari tiga ABK WNI Kapal Liao Dong Yu 571 di Somalia yang melaporkan mengenai penelantaran dan permintaan pemulangan.

Ketiga ABK WNI tersebut diberangkatkan oleh PT RCA dan PT NAM untuk bekerja di kapal Lu Qing Yuan Yu 211 pada akhir Desember 2019 dan kemudian dipindahkan ke kapal Liao Dong Yu 571, lalu ke kapal Liao Dong Yu 535.

Saat ini Kapal Liao Dong Yu 535 dilaporkan berada di wilayah Bargal perairan Timur Negara Bagian Putland, Somalia.

Sebelumnya, Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan menyebut, DFW Indonesia melalui Fishers Center Bitung, menerima pengaduan tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) perikanan Indonesia yang sudah enam bulan terlantar di negara Somalia.

Ketiga ABK itu sebelumnya bekerja di kapal ikan berbendera Tiongkok bernama Luqing Yuan Yu 211 dengan kontrak selama satu tahun yaitu Desember 2019 sampai Desember 2020. 

Dalam laporan yang disampaikan kepada Fishers Center, awak kapal perikanan asal Indonesia tersebut, mendapat perlakukan yang tidak manusiawi dari kapten kapal Tiongkok.

“Kekerasan verbal, fisik dan makanan yang tidak layak mereka terima karena menyampaikan protes dan keinginan untuk kembali ke Indonesia karena masa kontrak yang telah selesai,” pungkas Abdi. (Foto : Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00