FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Epidemiolog Hong Kong: Sinovac Perlu Dosis Penguat

(Bloomberg)

KBRN, Hong Kong: Mereka yang divaksinasi Covid-19 dengan suntikan BioNTech memiliki tingkat antibodi yang "jauh lebih tinggi" dibandingkan dengan mereka yang menerima vaksin Sinovac buatan Cina.

Temuan ini diungkap peneliti utama Profesor Benjamin Cowling, seorang ahli epidemiologi dari Universitas Hong Kong (HKU), yang juga mengatakan bahwa beberapa dari mereka yang telah menerima vaksin Sinovac mungkin memerlukan suntikan penguat.

Studi yang ditugaskan pemerintah ini dilakukan sekolah kesehatan masyarakat HKU dan melibatkan pelacakan respons antibodi dari 1.000 orang yang menerima salah satu vaksin, seperti dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (19/6/2021).

“Kami memang melihat respons antibodi yang jauh lebih tinggi pada orang yang menerima vaksin BioNTech, konsisten dengan tingkat perlindungan klinis yang lebih tinggi yang dilaporkan dalam uji klinis fase 3 besar dari vaksin itu, dibandingkan dengan uji klinis fase 3 dari vaksin Sinovac,” kata Cowling.

Vaksin BioNTech buatan Jerman telah dilaporkan memiliki tingkat kemanjuran 95 persen, sedangkan untuk Sinovac berada di 50,7 persen.

Cowling mengatakan temuan awal dari sekitar 100 peserta dalam penelitian ini sejalan dengan tingkat kemanjuran yang diterbitkan oleh perusahaan farmasi.

Hasil penelitiannya keluar pada saat otoritas kesehatan kota diperkirakan akan mempertimbangkan pengadaan pasokan vaksin untuk memberikan suntikan penguat yang meningkatkan perlindungan terhadap virus.

Kedua vaksin yang tersedia di Hong Kong ini membutuhkan dua suntikan.

Karena penerima suntikan Sinovac memiliki tingkat antibodi yang lebih rendah, Cowling percaya penelitiannya menunjukkan perlunya vaksin dosis ketiga untuk memperpanjang masa perlindungan bagi beberapa orang.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan waktu yang tepat dan efektivitas suntikan penguat tersebut, katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00