Singapura dan Australia Bahas Travel Bubble

KBRN, Jakarta: Singapura dan Australia berencana untuk memulai “Travel Bubble” atau gelembung perjalanan di tengah pandemi COVID-19.

Hal itu dibahas dalam pertemuan antara Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan Perdana Menteri Scott Morrison di Singapura, sebelum bertolak ke Cornwall, Inggris, menghadiri Pertemuan G7, Kamis (10/6/2021).

PM Lee menyebut, berbagai infrastruktur pendukung perlu dipersiapkan oleh kedua negara, utamanya terkait pengakuan terhadap sertifikat kesehatan vaksinasi.

"Kita perlu menyiapkan infrastruktur dan berbagai proses untuk siap terhadap hal ini. Itu dimulai dengan pengakuan terhadap sertifikat kesehatan dan vaksinasi, kemungkinan dalam bentuk formasi digital sangat mungkin," ungkap PM Lee dalam konferensi pers.

Dijelaskan Lee, kedua negara telah memulai langkah awal dimana Kementerian Kesehatan kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman untuk berkolaborasi di bidang kesehatan dan teknologi kesehatan.

“Kementerian kesehatan kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman untuk berkolaborasi di bidang kesehatan dan teknologi kesehatan,” ucapnya.

PM Morrison menyatakan, rencana terkait Travel Bubble bersama Singapura itu memerlukan persiapan matang dan tidak terburu-buru.

“Kapan kami akan dapat melakukan hal yang sama? Masih ada beberapa waktu sebelum kita mencapai tonggak sejarah itu. Tapi, tidak ada halangan seperti yang telah kami diskusikan hari ini terkait meletakkan berbagai sistem di tempatnya,” ucap PM Morrison.

Sebagaimana diketahui, Australia telah memulai menerapkan “Travel Bubble” bersama Selandia Baru.

PM  Morrison sepakat dengan pengajuan PM Lee untuk memprioritaskan para pelajar dalam penerapan “Travel Bubble”, agar dapat menyelesaikan studi mereka di Australia.

“Serta, para pelajar dari Singapura akan menjadi kesempatan pertama, untuk melihat peningkatan perjalanan antar Australia dan Singapura dan untuk mewujudkannya lebih cepat daripada nanti,” paparnya.

Sebagai informasi “Travel Bubble” adalah ketika dua negara atau lebih yang berhasil mengontrol virus corona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan.

Serta, dengan adanya Travel Bubble ini akan memudahkan penduduk yang tinggal di dalamnya melakukan perjalanan secara bebas dan menghindari kewajiban karantina mandiri.

Indonesia saat ini juga tengah mempersiapkan rencana kerja sama dengan sejumlah negara untuk penerapan “Travel Bubble”. Diantaranya, Qatar, Uni Emirat Arab, Tiongkok, Singapura dan Belanda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00