G7 Perjuangkan Target Global '30by30'

KBRN, Jakarta : Pada Hari Laut Sedunia Selasa (8/6/2021)negara-negara dari seluruh penjuru dunia - dari India hingga Guyana, Korea Selatan hingga Austria telah berjanji untuk mendukung komitmen '30by30', yang sedang diperjuangkan oleh Aliansi Laut Global yang dipimpin Kerajaan Inggris Raya serta Koalisi Ambisi Tinggi untuk Alam dan Manusia, yang diketuai bersama oleh Kerajaan Inggris Raya, Kosta Rika dan Prancis.

Menteri Lingkungan Kerajaan Inggris Raya George Eustice mengatakan, Inggris adalah pemimpin global dalam perlindungan laut, dan Inggris memimpin secara internasional untuk menjamin laut yang sehat dan berkelanjutan.

“Kita harus mencapai keseimbangan dalam mendukung industri yang berkelanjutan sambil meningkatkan perlindungan bagi laut kita untuk memastikan ekosistem laut yang sehat, tangguh, dan beragam, dan kita akan bekerja sama dengan berbagai pihak saat kita mengembangkan perlindungan di masa depan,” ujar Eustice dalam keterangan resmi yang dikutip RRI.co.id, Kamis (10/6/2021).

Kerajaan Inggris Raya juga telah meluncurkan rencana untuk meningkatkan perlindungan bagi perairan Inggris melalui skema percontohan untuk menetapkan situs laut di Inggris sebagai “Kawasan Laut yang Sangat Dilindungi”.

Akan ditetapkan larangan bagi semua kegiatan yang dapat merusak satwa liar atau habitat laut di kawasan tersebut. Sebuah tinjauan ilmiah menemukan bahwa Kawasan Laut yang Sangat Dilindungi memainkan peran penting dalam membantu pemulihan ekosistem laut

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan, Indonesia memiliki kehidupan laut dan laut yang luar biasa, serta keanekaragaman ikan terumbu karang tertinggi di dunia.

“Sekitar 54% pasokan protein hewani Indonesia berasal dari ikan dan makanan laut. Dan Indonesia memasok sekitar 10% komoditas kelautan dunia. Jutaan orang Indonesia bergantung pada laut untuk makanan, mata pencaharian, dan juga untuk rekreasi,” terang Owen.

Owen mengungkapkan Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan dalam isu kelautan, misalnya dengan menjadi tuan rumah konferensi Our Oceans pada tahun 2018, dan dengan membentuk Archipelagic and Island States Forum, di mana Kerajaan Inggris Raya adalah salah satu anggotanya.

“Pekerjaan itu telah menunjukkan perbedaan yang dibuat Indonesia ketika membawa kepemimpinan, pengetahuan, keahlian, dan pengalamannya ke dalam diskusi global ini. Saya berharap Indonesia melakukan hal yang sama dan mempertimbangkan untuk bergabung dalam janji global '30by30',”.

“Dengan menjaga sumber daya laut yang penting ini berarti kita memastikannya agar bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” tambah Owen.

Kerajaan Inggris Raya juga semakin meningkatkan perannya sebagai pemimpin global dalam perlindungan laut dengan beralih menjadi anggota penuh di Ocean Risk and Resilience Action Alliance (ORRAA).

Yaitu, sebuah aliansi yang menyatukan sektor keuangan, pemerintah, organisasi nirlaba untuk merintis cara inovatif dalam mendorong investasi ke ekosistem penting seperti terumbu karang, hutan bakau, padang lamun, lahan basah, dan pantai yang menyediakan solusi berbasis alam untuk membangun ketahanan terhadap perubahan iklim. (Foto : Istimewa/imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00